Ustadz Husein Alattas: Gelar Habib Tidak Menyelamatkan Seseorang dari Kesalahan

Ustadz Husein bin Hamid Alattas menyatakan bahwa gelar ‘habib’ tidak serta merta menyelamatkan seseorang dari kesalahan. Ustadz juga mengatakan, seorang habib yang bertindak arogan, sejatinya telah membuat malu Rasulullah SAW.

Saya mendengar seorang habib, orang yang menasabkan dirinya kepada Rasulullah SAW memukul dan menendang. Ini betul-betul membuat Rasulullah SAW merasa malu,”ungkap Ustadz Husein, dalam tausiyahnya di Masjid Agung At Tin, Jakarta, pada Sabtu (22/12) pagi.

Pengasuh radiosilaturahim.com itu juga mengatakan, muslimin jangan bergantung pada jumlah yang besar saja, karena jumlah besar tanpa iman dan ketakwaan, tak berguna sedikitpun. Dalam ceramahnya, Ustadz juga menyesalkan cara dakwah yang tidak baik dan arogan. Menurutnya, hal itu justru merusak keindahan Islam

“Saya sesalkan dari kalangan kita berdakwah dengan cara yang tidak baik, dengan cara yg arogan. Kebaikan itu baik dan indah dari manapun dia berasal. Tapi kalau berasal dari muslimin, akan lebih baik dan lebih indah. Begitu juga keburukan, jika berasal dari muslimin, akan lebih buruk lagi. Apalagi jika datang dari seorang habib dan ustadz,” ujarnya.

“Rasulullah pernah dicaci, dimaki dan direndahkan pribadinya, namun Beliau SAW memberikan maaf dan berlapang dada, hingga orang tersebut berbalik mencintainya,” tambah Ustadz.

Terkait dengan hadits yang berbunyi ‘Terkutuk orang yang menasabkan diri kepada selain ayahnya’, Ustadz menjelaskan, hadis tersebut ditujukan untuk menjaga agar seorang anak tidak mengawini saudaranya. Adapun jika dia menasabkan dirinya kepada Nabi Muhammad SAW, padahal bukan, itu menjadi urusan dia dengan Rasulullah SAW dan dia sendiri yang akan bertanggung jawab.

“Tidak perlu seorang habib, dengan marah bertindak arogan. Hal itu malah menodai kehormatan Rasulullah SAW, apalagi melakukan pembenaran (setelah melakukan perbuatan itu-red),” katanya.

Ustadz menegaskan, muslimin wajib membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah. Menurutnya, Islam akan rusak jika muslimin selalu membela orang-orang yang salah dari golongan mereka.

“Seperti yang terjadi pada partai PKS, terjadi penyimpangan pada pejabat-pejabatnya. Mereka mengatakan itu fitnah. Kalau memang terbukti salah, akui dan jangan berusaha cuci tangan daripadanya,” tegas dia.

“Begitu juga saat seorang habib melakukan kesalahan, gelar ’habib’ tidak akan menyelamatkannya,” Ustadz menambahkan.

Di akhir ceramahnya, Ustadz Husein bin Hamid Alattas menceritakan sebuah kisah. Ada wanita dari Bani Mahzum yang mencuri kalung saudaranya. Kemudian sukunya meminta Nabi SAW agar melepaskan wanita itu dari hukuman, dan siap membayar ganti rugi dengan jumlah yg lebih besar nilainya dari barang yang dicuri oleh wanita tersebut.

Nabi SAW dengan marah bersabda, “Kalian masuk ke dalam Islam, namun dalam diri kalian masih terdapat sisa-sisa sifat jahiliyah. Ketika orang mulia berbuat salah kalian lindungi, saat orang lemah yang melakukannya, kalian hukum. Demi Dia, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya putriku Fatimah mencuri,aku tidak akan ragu untuk memotong tangannya,”

Berdasarkan kisah itu, Ustadz menegaskan bahwa muslimin berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan hukum-Nya. Dia juga berharap agar umat Islam dapat selalu menjaga lisan dan sikap, terutama dalam kegiatan berdakwah 

Berbagai sumber