Ulama Habaib dan perwakilan Kesultanan se-Nusantara menolak People Power

Depok – Cawapres KH. Ma’ruf Amin mengingatkan semua peserta Pemilu harus siap menang dan siap kalah. Menurutnya, tak boleh ada pihak yang siap menang tapi tak siap kalah.

“Dalam pilpres itu sudah janji siap menang, siap kalah. Jangan siap menang tidak siap kalah,” ujar Kyai Ma’ruf dalam acara pertemuan kaum muda Nahdlatul Ulama dan Forum Kyai dan Mubaligh Nusantara (NU) di Ponpes Al Manar Al Azhari, Jalan Pelita, Limo, Depok, Jumat (17/5/2019)

Beliau menyebut Pilpres adalah kesepakatan. Jika ada masalah terkait Pemilu, maka bisa dilaporkan ke institusi yang diatur oleh undang-undang.

“Hidup ini kesepakatan, pilpres ini kesepakatan. Kalau ada masalah dilaporkan, digugat. Kalau kalah diterima, itu kesepakatan. Kalau tidak terima artinya menyalahi kesepakatan,” tuturnya.

Dr. KH. Manarul Hidayah saat menyambut para Sultan

Kyai Ma’ruf juga mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan negara. Ma’ruf tak ingin setelah pilpres terjadi hal-hal yang dapat merusak persatuan.

“Mudah-mudahan aman sampai selesai nanti pengumumannya, jangan ada yang merusak,” kata Kyai Ma’ruf.

Beliau kemudian bicara tetang bagaimana mengendalikan nafsu. Semua pihak diharapnya bisa mengendalikan nafsu agar negara tak kacau.

“Penting mengendalikan nafsu itu, kalau tidak? Negara kacau, dunia juga kacau. Oleh Karena itu tugas kita lebih berat lah. Kalau sudah menang harus mengembalikan lagi,” pungkas Kyai Ma’ruf.

Pertemua yang berlangsung usai sholat Tarawih ini juga hadir perwakilan dari 368 kerajaan kesultanan se-Nusantara menyatakan kesetiaan pd NKRI, dan siap mendukung JOKOWI-MA’RUF untuk mengikis paham2 radikal yang merongrong persatuan kebangsaan dan NKRI.

Diakhiri dengan Deklarasi Forum Kyai dan Mubaligh Nusantara dan Penggerak Budaya untuk Indonesia maju, Deklarasi dibacakan oleh Habib Umar bin Husein Assegaf.