Tiga pesan KH Romdoni, “Sambung Hati” dihadapan Ribuan warga Bogor, dihadiri Mustasyar PBNU.

Bogor raya, Senin (24/12/18) usai Shalat Dzuhur berjamaah, ribuan hadirin sudah memenuhi komplek halaman pondok Pesantren Yasina Cigombong Kabupaten Bogor.

KH. Romdhoni, MH adalah Pimpinan Pondok Pesantren sekaligus sebagai ketua PCNU kabupaten Bogor, dalam acara Sambung Hati para Alim Ulama, Masyarakat serta puluhan LSM dan Ormas-ormas yang berada di Kabupaten Bogor dan Kota, bersama Mustasyar PBNU yaitu Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin. MA, mendengar Nasihat pesan Kebangsaan.

Hadir meramaikan pula seluruh MWC, PRNU, Banom se Kabupaten dan Kota Bogor dan berbagai komunitas serta paguyuban yang berada di sekitar. 

Acara dimulai dengan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan langsung dengan sambutan oleh pimpinan Pondok Pesantren Yasina.

Mudah-mudahan kehadiran beliau disini dapat membawa Berkah membawa manfaat untuk kemajuan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Karena kita sadar betul sebagai penduduk Nahdlatul Ulama, pengurus PCNU mempunyai tanggung jawab, “Mas’ulatiddiniyah” permasalahan agama, bagaimana kita mengawal keagamaan, faham keagamaan warga Bogor, warga Bogor raya untuk berfaham Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyyah.

Yang kedua juga tanggung jawab kenegaraan, jangan sampai warga NU berdiam diri tidak terlibat dalam proses memajukan Negara Bangsa ini.

Dan alhamdulillah Rois ‘Aam yang saat ini Mustasyar PBNU beliau di daulat untuk menjadi wakil Presiden untuk memimpin Republik Indonesia, supaya berjuang berkiprah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yang nantinya akan bisa meningkatkan Index pembangunan Indonesia dalam bidang Pendidikan, dalam bidang kesehatan dan dalam bidang ekonomi kerakyatan.

Hari ini masih banyak warga NU yang pendidikannya masih rendah, masih banyak warga NU yang ekonominya dibawah, kesehatannya masih rendah, kurang giji, yang oleh karena itu warga NU harus satu langkah satu komando bersama Mustasyar PBNU.

Yang ke tiga yaitu tanggung jawab masalah sosial, dengan jumlah 5,7 juta warga kabupaten Bogor, warga NU dan pengurus NU tidak boleh tinggal diam, semua harus berkiprah bagaimana mengentaskan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, maka kita harus mengikuti arahan orangtua kita dahulu, mengikuti araha Alim Ulama kita.

Tetap berjalan bersama arahan alim ulama, satu komando Ulama kita yang yang berfaham Alhlussunnah wal Jamaah an Nahdliyyah.