Tiga Kunci Sukses Yang Wajib Diketahui Santri

H. Abdul Hadi Hasan tengah menyampaikan pelajaran di hadapan Santri Putri Pesantren Al Awwabin


Depok ( Santri Noesantara)  – Wakil Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  Pergunu Kota Depok, H Abdul Hadi Hasan mengatakan terdapat tiga kunci kesuksesan seorang santri atau penuntut ilmu.

Pertama, santri hendaknya belajar dibarengi dengan penyucian jiwa. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 129, “Ya Tuhan Kami, itulah di tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkau-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”


“Ayat tersebut menjelaskan perjuangan Rasululah saw dalam mengajarkan dan memberikan arahan kepada pengikutnya untuk menyucikan diri. Apa yang diamalkan Rasul saw jelas harus diamalkan juga oleh para santri, terutama terkait penyucian jiwa,” katanya di hadapan santri Pondok Pesantren Al Awwabin Putri, Bedahan, Kota Depok Jawa Barat, 

Kedua, santri hendaknya mengkaji sejarah Rasul saw dan beragam kisah Quraniyah. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali kisah terbaik, ada kisah perjuangan dan akhlak Rasul, kisah para Nabi, kisah orang-orang shaleh, kisah keunikan hewan, dan lainnya. “Kesemuanya harus dikaji oleh santri, khususnya mereka ditekankan untuk memahami akhlak dan kemuliaan Rasulullah saw,” katanya. 


Kunci ketiga, santri hendaknya memahami arti silaturahim. “Allah swt dalam Al-Qur-an surat Annisa, Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya. Dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharaan hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu,” ujarnya.


Menurut Kang Hadi, demikian ia akrab disapa, poin penting ayat tersebut menekankan bahwa ketakwaan merupakan titik landasan bagi segala perbuatannya, kemudian manusia dianjurkan untuk menjaga hubungan baik. Sedang bagi santri, diharap aktif dalam bersosialisasi.
“Silaturahim memiliki arti yang dalam. Santri sejak dini harus mempraktikkan ayat tersebut dengan menghormati para kiai dan santri lainnya,” papar Kang Hadi.


Selain itu, ilmu yang sudah didapatkan santri juga harus diamalkan. “Mengamalkan segala ilmu yang diraih sehingga ilmu yang disebut sebagai cahaya dapat menghasilkan buah kesuksesan baik itu di dunia maupun di akhirat,” kata  pria yang juga Wakil Sekretaris LTM PCNU Kabupaten Bogor.


Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan pentingnya menguasai Bahasa Arab.”Bila diibaratkan bahasa Arab itu bagaikan nutrisi yang jika dikuasai atau dinikmati maka keberkahannya dapat dirasakan sepanjang hidup santri,” katanya.


Menurutnya dengan mengkaji dan menguasai bahasa Arab memudahkan seseorang memasuki berbagai ruang dan disiplin ilmu pengetahuan yang tiada batas, dari mulai kajian Ulumul Qur’an, Tafsirr, Fiqih, Sejarah, Ilmu Lughah dan lainnya.

(Santri Noesantara/Hakim )