Syukuri Harlah NU 93, Nahdliyin Majalaya Kuatkan Kecintaan Pada Ulama dan NKRI

Bandung – 31 Januari 1926 merupakan hari lahir ormas terbesar di dunia, yaitu Nahdlatul Ulama. Memperingatinya termasuk menampakan rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena hingga detik ini, di malam Jumat yang berkah masih dapat menikmat berbagai anugerah tanpa henti dan tidak terhitung, diantaranya mengenal Alim Ulama.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid LTM NU Kab. Bogor, H. Abdul Hadi Hasan, Lc saat mengisi pengajian malam Jumat di Masjid Al Kautsar, Majalaya, Kab. Bandung pada Kamis (31/1).

” Diantara kenikmatan mendasar yang patut disyukuri adalah mengenal dan dapat bersimpuh dengan para Alim Ulama. Pada Harlah NU ke 93 kita diingatkan kembali bagaimana perjuangan Ulama Nusantara yang berdakwah tanpa lelah dalam mewujudkan semangat ke Indonesiaan” Ucap Kang Hady yang pernah berguru kepada A’wan NU, Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas.

Dirinya melanjutkan bahwa kenikmatan beribadah, berjam’iyyah dan mengadakan berbagai pengajian serta peringatan keagamaan terwujud berkat perjuangan Alim Ulama Nusantara dan Para Habaib keturunan Rasul Saw yang datang dari Negeri yaman.

” Kiai dan Habaib bersatupadu mendirikan NU demi kemaslahatan bangsa, pergerakan mereka dilandasi keikhlasan dan disertai Munajat,Tawasul yang tak pernah lepas pada Rasul Saw, sehingga visi misinya mendunia, manfaatnya tidak hanya dirasa oleh Nahdliyin tapi juga oleh seluruh bangsa di Dunia.” Tegas Kang Hadi juga aktif di Lembaga Ta’lif wa Nasyr LTN NU Jawa Barat.

Menurutnya di era Millenial ini, semua harus bergerak secara sadar mengkaji perjalanan siroh Nabawiyah sebagaimana dianjurkan oleh Hadrotussyeikh KH Hasyim Asy’ari, juga menelusuri dan memahami metode dakwah Ulama yang Ramah dan damai hingga dapat mentransfer pengetahuan mulia tersebut pada Generasi penerus bangsa.

Acara yang penuh khidmat tersebut dihadiri oleh Kiai Ahmad Hidayat, Mubaligh Dahsyat Ustadz Deni Ali, Ustadz Ade Majalaya, DKM Masjid Al Kautsar Kang Aditya, dan beberapa tokoh Masyarakat.

( Santri Noesantara/Hakeem)