Syarat Dai dan Ulama harus ngerti Nahwu dan Shorof

Hukum Belajar Ilmu Nahwu Fardu Kifayah bagi orang Awam. Tapi bagi yang Mau Ndalil, Memahami Alquran dan Hadits dan Berfatwa serta Berceramah, WAJIB HUKUMNYA NGAJI NAHWU. Demikian Kata Imam Syuyuthi.

Sebab, bagaimana seseorang mau memahami Quran dan Hadits dengan benar kalau tak paham bahasa Arab. Salah satu perangkat dasar memahami bahasa Arab adalah dengan Ilmu Nahwu, Shorof dan I’lal.

Jadi kalau ada Dai, atau ustad, atau orang yang ngaku-ngaku Ulama, kalau tidak bisa baca kitab gundul alias nggak bisa Nahwu dan Shorof, jangan percaya dengan mereka dan JANGAN IKUTI mereka. Karena potensi Ngawur dan Menyesatkanya sangat tinggi.

Sebab, ulama bersepakat atau melakukan Ijma, Haram alias tidak boleh seseorang berbicara tafsir Alquran dan menjelaskan Hadits kalau tidak paham Nahwu dan Shorof atau tidak paham bahasa Arab dengan baik.

Waspada artis yang hijrah lalu merasa ahli agama, atau ustad jadi-jadian yang mengaku ulama hanya bermodal jubah dan surban. Kalau mereka tidak bisa bahasa Arab sebagai dasar, dan tentu ilmu-ilmu lainnya, seperti ulumul qur’an, ulumul hadits, ushul fiqh dan lain-lain, jangan ikuti fatwanya.

Karena pasti mereka cenderung mengikuti nafsu dan kebodohannya, akibatnya bukan hidayah yang didapatkan kalau ikuti pendapat dan ceramah mereka, tapi pasti kesesatan dan menyesatkan. Naudzubillah. (Hasil Ngaji di Al-Azhar, Kairo, Mesir)

Gus Hayid (Dai Muda Nahdlatul Ulama)