Silaturahmi dan Pengajian Syubbanul Muslimin Lovers Kota Bandung

Bandung – Pada Ahad ( 8/9) nampak Jamaah pengajian datang  berbondong-bondong dari berbagai daerah seputar Bandung seperti Ciwidey, Pangalengan, Rancaekek, Lembang, Sukajadi, Cicadas, Ciroyom, Soreang, Cigondewah, Cibuntu, Buahbatu, Cileunyi, Ujungberung, Cibiru, Dago dan lain-lain.  Para Muda Mudi tersebut Menamakan dirinya Syubbanul Lovers Kota Bandung atau disingkat Syuloband.

Acara terlaksana berkat kerjasama dengan Santri PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah itu di gelar pada Minggu  dari jam 09.00WIB hingga 14.30 WIB di Aula PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah Pimpinan KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi (Kang Mako) yang juga menjabat sebagai Sekretaris PCNU Kota Bandung

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan Sholawat dari Group Hadroh Syubbanul Lovers.
Ketua pelaksana acara Kang Muhammad Iqbal pagi itu menyampaikan sambutan kepada hadirin yang terdiri dari anak-anak muda itu untuk tetap Istiqomah bersama Syubbanul Lovers khususnya di Kota Bandung ini.

“Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi baik itu moril ataupun materiil dan saya sangat berharap kepada teman-teman untuk tetap Istiqomah ngaji bersama Syubbanul Lovers Khususnya di Kota Bandung ini” ujar Kang Iqbal.

Acarapun dilanjutkan dengan Pembacaan Rotib Al Haddad Karangan Al Habib Abduloh bin Alwi Al Hadd9d yg langsung di pimpin oleh Shohibulbait/Tuan rumah KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi yg Akrab di Sapa Kang Mako itu.

Suasana pengajian 

Setelah Beres Pembacaan Ratib Al Haddad giliran Ibu Nyai Hj. Evi Afifah yang saat ini aktif di Fatayat NU Kota Bandung   memberikan pelatihan teori dan praktek Wudhu yang sesuai dengan Kitab Safinnatunnajah serta syarah kitab Syafinah dari berbagai guru-guru beliau diantaranya KH. Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus Assalaam, Bandung.   aktifis yang pernah berkhidmat di  IPPNU Kota Bandung pada kesempatan tersebut juga  memberi Ijazah Wudhu.


Kitab Safinatunnajah adalah kitab yang sangat praktis sebagai panduan dalilnya melaksanakan ibadah secara umum kitab Karangan Syech Sumail al-Hadrami ini sudah banyak ditemui terjemahannya di toko-toko buku.

Nyai Evi Menjelaskan ada 10 Syarat Sahnya Wudhu menurut Kitab Safinatunnajah di antaranya :
1-Beragama Islam.
2- Tamyiz (cukup umur dan ber’akal).
3- Suci dari haidh dan nifas.
4- Suci dari barang yang dapat menghalangi sampai (tembusnya) air kepada kulit.
5- Tidak ada sesuatu disalah satu anggota wudhuyang merubah keaslian air.)seperti kayu cendana)6- Mengetahui terhadap kefarduan wudhu.7- Tidak boleh beritiqad (berkeyakinan) bahwa salah satu dari fardhu–fardhu wudhu` hukumnya sunnah (tidak wajib).
8- Airnya suci.
9- Masuk waktu sholat yang dikerjakan.
10- Terus menerus bagi yang berhadas (jadi kalau orang yang selalu keluar air kencing,pendarahan atau selalu kentut,wudhunya harus sudah masuk waktu shalat lalu segera shalat,jangan menanti lagi sebab dikhawatirkan berhadas lagi)

Selain Menjelaskan syarat sah nya Wudhu Ibu Evi yang alumni pesantren Al-Makmuniyah Ciparay itu menjelaskan juga tentang apa saja yg membatalkan Wudhu di antaranya :

  1. Apapun yang keluar dari salah satu dari dua jalan yaitu qubul (jalan depan/kemaluan) atau dubur (jalan belakang/ anus), baik kentut atau lainnya kecuali mani,
  2. Hilangnya akal dengan tidur atau lainnya kecuali tidurnya orang yang duduk sambil mengokohkan duduknya di tanah (lantai),
  3. Bersentuhannya dua kulit lelaki dengan perempuan dewasa bukan mahram tanpa pembatas,
  4. Menyentuh qubul anak Adam atau lingkaran duburnya dengan telapak tangan atau jari-jarinya.

Selain Teori beliau juga langsung mengajarkan Praktek Berwudhu yg Baik dan Benar Kepada Teman-Teman Syubbanul Lovers Kota Bandung.

Acarapun di Tutup dengan Mauidhoh Hasanah oleh Kh, Ahmad Jamaluddin Al Busyiri Pimpinan Pondok Pesantren Addiba Wal Burdah Kab. Bandung

Dalam tausiah nya beliau mengingatkan teman-teman Syubbanul Lovers bahwa tiada lain acara ini digelar atas dasar kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Tiada lain kita semua bisa bertemu disini atas dasar kecintaan Kita kepada Baginda Nabi Saw, ingatlah seseorang akan dikumpulkan dengan orang-orang yg dicintainya, maka teruslah bersholawat kepada Nabi Saw, semoga kelak kita dikumpulkan dengan Nabi Saw” Ujar beliau yang akrab disapa Kang Haji Ule itu

Acarapun ditutup dengan Lantunan Sholawat serta Doa kebaikan yg langsung di pimpin oleh Kh, Ahmad Jamaluddin Al Busyiri.

( Sandi/ santri Noesantara)