Kami Bangga Mengenakan Batik Pergunu

Bandung -Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kota Bandung melaksanakan program kerja tentang pemakaian batik Pergunu setiap Kamis ke-2. Untuk perdana pemakaian batik Pergunu dilaksanakan pada Kamis, 11 April 2019.

Enjang Sunandar Ketua PC Pergunu Kota Bandung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus PC, PAC, Anggota Pergunu dan Guru-Guru NU se-Kota Bandung yang telah foto selfie pemakaian batik Pergunu pada Kamis, 11 April 2019 yang dikirim ke grup whatsapp PC Pergunu Kota Bandung.

“Alhamdulillah semoga bisa diikuti oleh PW dan PC Pergunu se-Indonesia. PC Pergunu Kota Bandung mengusulkan dalam Rakernas PP Pergunu nanti yakni setiap Kamis ke-2 memakai batik Pergunu” jelasnya.

Rifa Anggyana Sekretaris Pergunu Kota Bandung menuturkan ditetapkannya pemakaian batik Pergunu setiap Kamis ke-2 dengan tujuan memperkenalkan atribut Pergunu.

“Semoga bulan depan Pengurus PC, PAC, Anggota Pergunu dan Guru-Guru NU banyak yang ikut foto selfie menyukseskan program pemakaian batik Pergunu” tuturnya

Agus Shalahudin Ketua PAC Pergunu Cibiru mengatakan batik Pergunu adalah sebuah simbol dan identitas bagi para guru NU. Sebuah identitas yang tidak akan luntur tergerus zaman.

“Nuansa warna hijau yang mempunyai nilai kesepadanan antara manusia dan alam dan sang Pencipta yang tidak terpisahkan, dibalut dengan nilai-nilai religius yang tertanam didalamnya, menyatunya alam manusia dan pencipta-Nya adalah sebuah keserasian hidup yang cocok untuk diterpakan dalam hidup beragama dan berbangsa di Negera Kesatuan Republik Indonesia yang kita tercinta ini.” jelasnya.

Sementara itu, H. Saepuloh Ketua PW Pergunu Jawa Barat mengapresiasi program kerja PC Pergunu Kota Bandung tentang pemakaian batik Pergunu setiap Kamis ke-2 di lembaga pendidikan.

“Program ini sangat bagus, untuk syiar Pergunu dan diharapkan ini bukan hanya di Kota Bandung, tetapi dilaksanakan juga di seluruh lembaga pendidikan NU di Jawa Barat. Nanti kita usulkan untuk masuk di Tingkat Nasional” pungkasnya.

( SantriNoesantara)