Santri Pesantren Atsaqofah Bandung Siap Jihad Literasi

Bandung (Santri Noesantara)  – Santri harus pandai menulis segala hal terkait dunia pesantren, sepak terjang Ulama dan Habaib Nusantara. Aktifitas mulia itu harus digalakan demi mengabadikan lautan hikmah yang terlupakan.

Hal itu dijelaskan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid LTM NU Bogor, H. Abdul Hadi Hasan, Lc saat mengisi Kajian pada Kamis (10/1 )di Masjid Al Athar, Pesantren Atsaqofah Sukanegla, Kec. Majalaya, Kab. Bandung Jawa Barat.

“ Jihad literasi santri benar-benar harus diwujudkan, hal itu demi menangkal berbagai gerakan informasi massif yang dilakukan oleh kalangan intoleran dan radikal. Kita semua, terutama santri harus bekerja ekstra dalam menyusun tulisan yang mencerdaskan dan mendamaikan.” Kata Kang Hady yang juga aktif sebagai Author LTN NU Jabar.

Sementara Mudir Asrama Pesantren Atsaqofah, Ustadz Deni Ali menyatakan bahwa santri sudah sepatutnya meningkatkan kemampuan literasinya dengan penuh semangat, “ Santri Atsaqofah harus siap berjuang di berbagai medan dakwah, berlomba di ruang dunia retorika dan literasi demi mengembangkan potensi dirinya, disertai semangat dan keikhlasan.” Tegas Ustadz yang termasuk bagian dari Muharrik Dakwah Jabar.

Patut diketahui bahwa Pesantren Atsaqofah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan dan dipimpin oleh Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama LDNU Jawa Barat, Habib Umar bin Husein Assegaff.

Kegiatan kajian berlangsung setelah para santri melantunkan pembacaan Yasin oleh Ustadz Deni Ali dan pembacaan Maulid Simtu Durar yang dipimpin oleh Fathur dan Rahman, dan sebagai petugas acara Ustadz Ahmad, M.Ag.


(Santri Noesantara/Murtadha)