Santri Bertakwa Terdepan Lawan Hoax

Garut ( Santri Noesantara) – Perkembangan teknologi dan informasi saat ini tidak dapat dibendung lagi. Perkembangan peradaban dan kemajuan ini suatu keniscayaan yang memang harus dihadapi. Sisi positif dan negatif menyertai, dan memengaruhi keimanan seseorang.

“Karena hal itu kita patut menguatkan iman kita untuk meminimalisir hal negatif. Bahkan melebihi dari itu kita harus melawannya dibarengi mencari berbagai hikmah agar selalu berada di garis  terdepan. Kita santri yang tunduk patuh pada nasihat Ulama Nahdliyin,” ujar Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kabupaten Bogor, H Abdul Hadi Hasan saat safari dakwah blusukan di Masjid Attaubah, Cibatu, Garut, Jawa Barat,  

Pria yang disapa Kang Hadi itu melanjutkan, pada bulan suci Ramadhan, selain melakukan ibadah puasa dianjurkan untuk meraih keberkahannya agar menjadi santri yang bertakwa. Santri yang bertakwa adalah santri yang berani menghadapi kemajuan zaman dengan ilmu pengetahuan, bilkhusus ilmu agama yang sangat mendasar. 


Santri masa kini dikatakan sebagai santri pemuda-pemudi milenial. Problematika semakin kompleks, tetapi harus yakin solusi pun banyak. Santri yang bertakwa harus mengerti dalam menggunakan teknologi informasi dengan baik dan benar untuk menghadapi kehidupan nyata dan  maya.


“Berita fitnah dan hoaks tersebar. Santri harus membentengi dirinya, lalu terdepan dalam melindungi saudara sebangsa dari serangan hoaks,” lanjut Kang Hadi.


Kang Hadi menekankan agar santri dengan potensi ketakwaannya harus memahami bunyi ayat, “Apabila datang seorang fasik membawa berita maka kalian harus bertanggung.” Ayat 6 dari Surat al Hujurat tersebut menekankan pentingnya tabayun dalam arti meneliti informasi agar lebih tahu kebenarannya. Jika informasi tersebut salah maka jangan sekali-kali turut serta menyebarkannya. 
Kang Hadi menyebutkan konflik di belahan timur tengah, Libya, Yaman, dan Suriah yang menyebabkan hancur karena fitnah dan hoaks.  Selain maju melawan hoax, santri juga harus melawan gerakan radikal dan teroris dengan rajin mengaji kepada para kiai dan membaca info dari pusat website Nahdliyin, 


Menurutnya hal itu adalah langkah cerdas yang tepat dilakukan santri. “Santri harus berakhlak dan cerdas dalam bermedsos demi menyelamatkan Negeri ini. Allah SWT memberikan amanah kedamaian dan keberlangsungan Negeri bagi seluruh santri dan tunas bangsa,” ujarnya.


Di akhir kajiannya Kang Hadi mengingatkan kesedihan yang dialami Muslimin Palestina dan menyarankan kepada seluruh santri dan santriwati yang hadiri untuk berdoa bagi mereka. Doa khusus bagi Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang wafat pada 7 Ramadhan. pun dipanjatkan.
“Mari kita berdoa bagi pendiri NU karena berkat perjuangannya kita masih merasakan kedamaian di negeri ini. Karena keberkahan ilmunya yang turun temurun sampai dan diamalkan oleh Kiai NU,” pungkasnya.

santri Noesantara/ Hakim