Ribuan jamaah padati Harlah ke-23 dan Maulid di Ponpes Qotrun Nada

Depok, SantriNoesantara.com-Pondok Pesantren Qotrun Nada, Depok, Jawa Barat, pada Ahad pagi menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw sekaligus Harlah yang ke-23 pesantren tersebut.

Ribuan santri dan hadirin terlihat memadati areal pesantren yang dipimpin KH Burhanuddin Marzuki, Mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok. Di bawah asuhannya Qotrun Nada yang saat ini merupakan pesantren terbesar di kota Depok dengan jumlah santri mencapai 3000 orang yang belajar dan mukim. Pesantren tersebut banyak melahirkan alumni yang sudah mendirikan pondok pesantren di masing-masing tempat tinggal dan berkhidmat di masyarakat.

Salah satu rangkaian acara pada Harlah kali ini adalah prosesi pembacaan Riwayat Maulid Nabi Saw kitab Simtudz Durror oleh para habaib dan alim ulama.

Terima kasih kepada seluruh Wali santri yang telah memberi kepercayaan kepada kami untuk menitipkan anaknya di sini, kita doakan mudah-mudahan anak kita mendapatkan ilmu yang manfaat yang berkah dunia wal akhirat, ujar kiai Burhan dalam sambutanya.

dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara peringatan Maulid di Pesantren tidak ada kata lain selain doa semoga ini menjadi wasilah agar kita semua mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, Alhamdulillah seperti tahun lalu yang saya katakan tahun depan Maulid kita tidak sewa tenda lagi, ini baru selesai 2 bulan dikerjain tenda baru. sudah punya pesantren, di setiap Kitab Maulid apa yang kita rencanakan diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Terang beliau.

Dilanjutkan dengan pembacaan Ayat suci Al Quran oleh Qori Nasional dan Tausyiah disampaikan oleh Habib Muhammad Alaydrus dari Jakarta, mengupas tentang perjuangan Rasulullah Saw saat mendidik para sahabat menjadi pemuda-pemuda yang tangguh di dalam masyarakat Arab yang saat itu kondisinya sangat terbelakang.

Tausyiah kedua di bawakan oleh Prof. Dr. Said Aqil Munawwar, mantan menteri di era Gusdur, “saya pernah tinggal 4 tahun di Madinah Al Munawaroh Ketika saya sekolah dulu masih muda di tahun 1975-1979 saya sekolah dulu di Universitas Islam Madinah Al Munawaroh sampai selesai, terus pindah lagi ke Mekah sampai selesai kalau digabung-gabungkan sekitar 12 tahun saya mau mukim di sana 4 tahun, yang sangat berkesan setiap hari dari habis magrib sampai dengan Isya kadang-kadang dari habis ashar sampai dengan Isya saya berada di raudhah, tempat ijabah dekat makam Rasul, di sana saya belajar menghafal Al Quran. Ujar kiai Said Munawwar.

Menghafal Al Quran dengan singkat dan mudah kalau niat kita untuk meraih ridha Allah Swt, banyak pelajaran hikmah yang kita dapatkan juga keberkahan dari Al Quran, ujar beliau saat memberi nasehat kepada Ribuan Jamaah yang jadir.

Acara sejak pagi di hadiri oleh para alim ulama habaib dari berbagai daerah, dan segenap jajaran pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok, tampak Ansor, Banser berjaga merapihkan lalulintas keadaan di lapangan.