Respons Perkembangan Zaman, PBNU siapkan kader Dai dan Khotib terbaik

Ketiadaan modul untuk pelatihan para dai dan khotib di lingkungan Nahdlatul Ulama, upaya untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, kebutuhan akan audiens, dan perlunya meng-counter dakwah dan khutbah dari kelompok yang suka membidahkan praktik amaliyah NU menjadi tantangan bagi pengurus NU. 


Atas sejumlah persoalan di atas, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Takmir Masjid dan Lembaga Dakwah mulai menyusun Modul Madrasah Pengembangan dan Wawasan Dai dan Khotib NU melalui Focus Group Discussion (FGD) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).


Pada FGD ini, panitia menghadirkan dua pembicara, yaitu Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasr Hari Usmayadi dan pegiat dakwah jalanan Isfandiari Mahbub Djunaidi. 
Ketua PBNU Bidang Masjid dan Dakwah KH Abdul Manan Ghani mengatakan, penyusunan modul ini dijadikan pedoman untuk pelatihan dan pendidikan dai dan khotib yang dilaksanakan pesantren-pesantren. Penyusun modul dipercayakan kepada Lakpesdam PBNU.


Ia menargetkan akhir Juli penyusunan modul telah selesai sehingga pada Agustus bisa langsung dipakai untuk pelatihan. Menurutnya, pelatihan mulai dilakukan di pesantren-pesantren di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.


“Akhir bulan harus selesai karena awal Agustus mulai pelatihan. Awal di Jawa Barat, nanti ke DKI dan Banten,” kata Kiai Manan.
Ia menjelaskan, selain karena dekat secara geografis, pemilihan tiga provinsi itu juga untuk meng-counter kelompok-kelompok yang membenci NU.


“Nanti setelah di Jabar, DKI, dan Banten, pelatihan ini diadakan di daerah-daerah lain,” ucapnya.


Sebagai informasi, modul ini berisi beberapa materi, di antaranya tentang Aswaja an-nahdliyah, NU dan Karakteristik Islam Indonesia, Peta Dakwah dan Gerakan Islam Kontemporer, Dakwah dan Media Sosial, Publik Speaking dalam Berdakwah, Psikologi Massa dalam Dakwah, dan Pengorganisasian Jamaah.


Ia berharap, modul dengan materi-materi tersebut, nantinya para dai dan khotib dalam berdakwah dan khutbahnya disukai oleh masyarakat.


Hadir pada FGD ini, Wakil Sekjen Suwadi D Pranoto, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad, dan pengurus LTM dan LD PBNU.

Nuonline