Rektor IPB Aktif Kikis Gerakan Radikal dan Intoleran

H. Agus Riadi menyerahkan buku pedoman Muharrik masjid kepada Rektor IPB

Bogor ( Santri Noesantara) – Rektor Institut Pertanian Bogor IPB, Prof. Dr. Arif Satria dikabarkan terus aktif dalam membuka peluang baru demi mengikis, melawan gerakan radikal dan intoleran di kampusnya.

Hal itu diungkap olehnya dalam sebuah pertemuan dengan ketua Lembaga Takmir Masjid LTM NU Kab Bogor, H. Agus Riadi di Kantor Rektorat IPB, Senin (14/1).

” Selain mengikis Gerakan radikal di kampus, kita selalu siap menerima para tunas bangsa  yang berkompeten, memiliki leadership kuat dan nasionalisme tinggi.” Ucap  Prof Arif.

menurutnya, Era sudah berubah. Ke depan adalah era yang penuh dengan ketidakpastian, turbulensi, sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang berbeda. Kami cari peluang-peluang baru. Setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang pada zamannya.

Harus ada sesuatu yang baru, yang kami kembangkan, dan menciptakan enterpreneur-enterpreneur baru. Itulah yang membuat kami ingin menciptakan start up-start up di bidang pertanian. Ada start up school, kami siapkan, sehingga ada talent mapping. Agar outputnya kelak dapat berguna bagi bangsa dan Negara.

Sementara H. Agus Riadi  berharap ada link and match program antara IPB dan NU serta Pemda Kab. Bogor dalam pemberdayaan umat dan masjid demi mensukseskan program pemerintah dalam mencipta Revolusi Mental.

Haji Agus bisa bersilaturahim dengan Rektor dan LPPM IPB ditemani oleh Kang Asep Ramadhan dari Saetama Indonesia dan  alumni IPB, kang Samsul Hadi, yang pernah berjuang di bangku kuliah se angkatan dengan Rektor dan Ketua LPPM dan Sekretaris LPPM, Prof Faiz Syuaib.

Diakhir pertemuan, semua tokoh bersepakat untuk mengadakan seminar dan pelatihan bagi 3000 muharrik Masjid dalam acara IPB Peduli Masjid dan Pemberdayaan Umat yang akan dilaksanakan pada pertengahan Februari 2019.

(Kompas/Santri Noesantara/Hady).