Ratusan Alim Ulama Habaib hadiri Bedah buku “Fikih Kebangsaan” dan Deklarasi Ulama se-Depok.

Sawangan-Depok (6/4/19), Ratusan Alim Ulama Kiai dan Habaib berkumpul sejak pagi, tepatnya di gedung Telorindo Sawangan Depok, menghadiri acara bedah buku yang berjudul “Fikih Kebangsaan”.

Dalam sambuta ketua panitia, Ustadz Muhtadin mengatakan, selama ini kita diam, mengakibatkan masjid-masjid hilang diambil alih, baik bangunan maupun amaliah-amaliah, bayangkan sekarang ini apabila kita masih ikut diam, maka akan hilang negara NKRI kita ini.

Oleh karena itu, acara diskusi beda buku ini kita perlukan, untuk memupuk pengetahuan fikih kebangsaan sebagai bekal bagi dakwah yang bisa memberi pemahaman di masyatakat agar tidak terkontaminasi dengan isu-isu keagamaan yang berpihak.

KH. Asnawi Ridwan sebagai pembedah yang berasal dari Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga sebagai ketua Himasal Depok-Bogor.

Pertarungan ideologi saat ini terus-menerus tidak akan usai dan akan mengancam keutuhan NKRI, 1950 DI/TII ada generasi awal pasca kemerdekaan Indonesia di zaman Sukarno, dan dapat diselesaikan oleh pemerintah dan bukti nyata dengan dibubarkannya Masyumi.

Generasi kedua, yaitu pada zaman Orde baru, atas ketegasan orde lama, pada generasi ini nyaris tidak ada yang mengancam keutuhan NKRI, tetapi sifatnya lokal seperti GAM di Aceh, RMS di Maluku, yang mau memisahkan diri dari NKRI.

Generasi ketiga di zaman Reformasi tepatnya di masa Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau Gusdur, mereka yang merongrong NKRI dan mencoba mengusung Khilafah. Terakhir Generasi keempat, lebih mengancam pemahaman Ideologi NKRI yang saat ini kita ketahui dimasa kepemimpinan Ir. Jokowi atau pimpinan PBNU masa KH. Said Agil Siradj, yang maraknya Wahabisasi yang awalnya mereka menggelontorkan isu-isu Bid’ah, maulid Nabi, isra Mi’raj, Tahlil, Ziarah dan amaliyah lain Nahdliyin.

Kiai Asnawi menjabarkan isi buku tersebut, dimulai dari kata pengantar yang ditulis oleh KH. Maimun Zubair, “awalnya Islam hadir di kota Makkah padang pasir yang tandus dan kering, kemudian masuk dan berkembang pesat di kota Madinah. Di Madinah ini Islamnya tidak fanatik, tidak hanya memihak golongan tertentu, tetapi memihak pada kebenaran, dari siapapun itu. Ujar Kiai Asnawi yang juga ketua Himasal Kota Depok dan Bogor.

Konsep Negara Indonesia bukan murni Islam, tetapi dibentuk bersama-sama dengan segenap komponen Bangsa, ikut turut berjuang membangun Bangsa Indonesia.

Acara Bedah buku yang dipandu oleh Ustadz Fuad Munir yang juga sebagai ketu Lembaga Bahtsul Masa’il PCNU kota Depok, berjalan lancar dengan sangat interaktif dan dialogis selesai menjelang Dzuhur, turut hadir Ulama mewakili dari berbagai daerah se kota Depok.