Rahasia Penamaan Cucu Rasulullah Saw

Garut ( Santri Noesantara) –  Aku menamai mereka dengan nama-nama anak Harun; Syabr, Syubair, dan Musybir,” kata Rasulullah dalam hadits riwayat Ahmad dan Al-Hakim.

Rasulullah adalah seorang kakek yang sangat perhatian, sayang, dan cinta kepada cucu-cucunya. Banyak kisah tentang bagaimana Rasulullah mencurahkan rasa cintanya kepada cucu-cucunya. Diantaranya adalah ketika Hasan dan Husein terjatuh pada saat Rasulullah berkhutbah. Rasulullah langsung mengambil mereka dan menempatkannya di pangkuannya. 

Begitu pun ketika cucu-cucunya menaiki punggungnya ketika sujud, Rasulullah membiarkan dan bahkan memperlama sujudnya hingga cucu-cucunya puas. Kejadian ini sempat membuat salah sangka para sahabat. Dikira Rasulullah sujud lama karena sedang menerima wahyu, namun Rasulullah menjawab bahwa ia memperlama sujud untuk membuat cucunya puas menaikinya.

Kisah ini terekam dalam hadits riwayat An-Nasa’i, Ahmad, dan Al-Hakim. 
Kasih sayang dan perhatian Rasulullah terhadap cucu-cucunya juga ditunjukkan dengan cara memberi mereka nama-nama yang terbaik dan terindah.

Ada cerita menarik tentang bagaimana Rasulullah memberikan nama kepada cucu-cucunya.
Sebagaimana tercantum dalam buku Rasulullah: Teladan untuk Semesta Alam (Raghib As-Sirjani, 2011), ketika Hasan dilahirkan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib awalnya menamainya ‘Harb’. Lalu Rasulullah datang dan bertanya perihal nama cucunya itu.
“Harb,” jawab Sayyidina Ali bin Abi Thalib singkat.
Rasulullah langsung berkata, namanya Hasan, bukan Harb. Seketika itu Sayyidina Ali tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya menyetujui mertuanya itu.

Ketika Husain lahir, Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga menamai anaknya itu dengan nama ‘Harb.’ Lagi-lagi Rasulullah tidak sepakat dengan pemberian tersebut.
“Tidak, namanya adalah Husain,” kata Rasulullah. 

Hal yang sama juga terjadi ketika anak ketiga Sayyidina Ali bin Thalib lahir. Lagi-lagi Sayyidina Ali menamainya Harb. Rupanya ia keukeuh dengan nama ‘Harb’. Namun Rasulullah juga keukeh tidak setuju dengan nama ‘Harb’. Rasulullah yang saat itu datang ke rumah Sayyidina Ali langsung mengganti nama cucunya itu dengan nama Muhsin.


“Aku menamai mereka dengan nama-nama anak Harun; Syabr, Syubair, dan Musybir,” kata Rasulullah. Sayyidina Ali seketika itu juga menyetujui nama yang diusulkan Rasulullah untuk anak-anaknya.

 (NU online/ Santri Noesantara)