PW Pergunu Bali saat menggelar Rakerwil II di Bedugul, Tabanan Bali.

Tabanan, Bali- Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Provinsi Bali kembali menggelar rapat kerja wilayah II (Rakerwil). Dalam rapat kerja yang diadakan selama dua hari (13-14/7) di Bedugul, Tabanan Bali. Beberapa agenda besar dari program kerja dibahas.

Mulai memberikan bantuan beasiswa bagi guru, training of trainer (ToT) guru aswaja pemersatu bangsa, pembentukan pimpinan cabang (PC) dan terus ke tingkat pimpinan anak cabang (PAC). Kemudian juga, penguatan kompetensi ideologis untuk masa depan NU dan penguatan literasi moderasi Islam berbasis digital.

Acara Rakerwil yang dihelat selama dua dihadiri oleh Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono, perwakilan pimpinan cabang dari 9 kabupaten/kota Pergunu Bali, Ketua PW Pergunu Bali H. Makfudz, Korwil IV PP Pergunu Wilayah Bali, NTB, NTT Lewa Karma, jajaran PWNU Bali, Ketua Tanfidziyah KH. Abdul Aziz dan Rois Syuriah KH. Noor Hadi Al Hafidz.

Selain itu hadir pula Kepala BIN Daerah (Kabinda) Bali, Kabag TU Kanwil Kemenag Bali dan beberapa ketua PCNU yang sekaligus penasehat pergunu se-kabupaten di Bali.

Dalam sabutan yang disampaikan Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono lebih menekankan bagaimana pentingnya para guru NU baik skala nasional maupun daerah di Bali untuk tetap menjaga tradisi ulama dan manhaj aswaja ala anahdliyah. Kemudian terus berkembang mengikuti perkembangan dunia teknologi yang ada.
Di PP Pergunu pusat beberapa program yang telah berjalan. Diantaranya kegiatan akademik, kerjasama beasiswa dengan pondok pesantren Ammanatul Ummah Surabaya/IKHAC. Kemudian pemberdayaan organisasi, kunjungan ke daerah dan koordinasi lintas instansi.
“Program ini harus juga tertularkan dan dijalan di tingkat pergunu daerah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Tandzfidiyah PWNU Bali KH Abdul Aziz dan Rois Syuriah PWNU Bali KH. Noor Hadi Alhafidz mengapresiasi kekompakan pergunu ikut mengabdikan diri terhadap NU melalui bidang pendidikan.

Pergunu Bali dalam berbagai kegiatan baik kabupaten maupun level Provinsi patut diakui eksistensinya dalam setiap kegiatan bisa berjalan sukses dan terus menggalang anggota baru.
“Patut ditiru oleh Banom dan lembaga lainnya”, ujarnya.

Ketua PW Pergunu Bali H. Makfudz yang dampingi ketua Panitia Siti Aminah mengatakan rakerwil ini sebagai bentuk komitmen organisasi dan wujud geliat Pergunu kini dan nantinya.

Beberapa program prioritas dan unggulan banyak dikuatkan oleh para sesepuh Pergunu agar segera dijalankan. Seperti pengajian dan seminar akademik melibatkan instansi terkait, program beasiswa dan penguatan PC dan PAC di daerah.

“Rakerwil kali ini memang terasa sangat reflektif, karena menjadi momentum perbaikan organisasi sekaligus menyongsong Rakernas Ke-3 yang rencananya akan diadakan oleh PP Pergunu dalam waktu dekat ini,”tandasnya.