Perkuat Literasi, Pergunu ajak Santri Ponpes Modern Nurussalam Depok saat LDKS

Bedahan-Depok (27/6/19), perintah Allah SWT dalam kalam pertama yang turun kepada sang Rasul utusan di Makkah, yang berbunyi “Bacalah”, surah al Alaq ayat pertama, makna yang relevan di zaman Millenial saat ini ditafsirkan bahwa kita harus membaca diri, situasi, dan kondisi.

Ketiga unsur tersebut memiliki arti baca diri, lihat keadaan diri sebelum menilai orang lain, mengenal diri sebelum mengenal orang lain, seperti kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib “barangsiapa yang mengenal dirinya makan akan mengenal Tuhan-nya”.

Wakil Sekretaris Pergunu Depok di Ponpes Nurussalam

Melihat situasa dan kondisi disekitar lingkungan, dan berberadabtasi dengan masyarakat sekitar, menjadi bahan untuk mengenalkan diri kepada orang lain, hubungan kepada manusia yang sifatnya sosial.

Itu salah satu materi yang disampaikan dalam rangka LDKS di Pondok Pesantren Modern Nurussalam, Jl Panggulan Pengasinan Sawangan kota Depok, puluhan Santri diruangan Aula sudah berkumpul dengan rapih dan tertib bersama alat tulis yang mereka bawa dari kamar asrama masing-masing.

Santri aktif bertanya mendapat hadiah buku

Usai materi kepemimpinan disampaikan di sesi pertama, dan sesi kedua menjelaskan tentang “peran Organisasi dalam kegiatan sekolah”, yang disampaikan oleh wakil sekretaris Pergunu kota Depok, Hakim Hasan.

Berbagi pengalaman kepada para Santri Ponpes Modern Nurussalam, dalam berorganisasi harus diawali dengan bersikap terbuka dan tekun belajar, mengembangkan diri, serta meningkatkan kemampuan diri merupakan karakteristik seseorang pemimpin yang sukses. Ini juga merupakan ciri yang biasa ditemui pada organisasi yang sukses dan dinamis.

Hadiah Buku untuk Santri interaktif di Forum LDKS

Semua ini menjadi pelajaran dad bahan ajaran yang diterapkan di Pesantren-pesantren pada umumnya, jadi kalian sebagai Santri harus bersyukur karena diajarkan berorganisasi dan bisa diterapkan di masyarakat. Tukas kang Hakim saat memberi materi dihadapan puluhan Santri.

Mengisahkan perjalanan traveling sampai bisa mengunjungi makam Imam Abu Hanifah di Baghdad Irak, hingga beberapa makam para Auliya Dunia yang di tanah air sudah sejak lama kitabnya di kaji di Pesantren-pesantren, berkah dari Tadzhim ke guru dan para Habaib juga patuh pada orang tua itu adalah kunci kesuksesan bisa bermanfaat di Masyarakat.

Hingga menjelang Dzuhur acara selesai dengan pemberian buku-buku kepada para santri yang aktif dalam menjawab dan bertanya di forum materi tersebut, ini salah satu trik Pengurus Pergunu kota Depok setiap kali hadir dalam acara-acara di sekolah dan lembaga pendidikan lain, agar menjadi penyemangat bagi para pelajar dan santri untuk minat membaca.

Selain itu materi terkait trik menulis dan mudah dalam menyusun kalimat untuk menjadi awal dalam Jurnalistik, diajarkan dan diberi pemahaman tentang mudah dalam menulis semudah membuat status dimedsos.