Pergunu Jabar, Dorong Pemerintah Bangun Rumah Gratis Bagi Guru Honorer

Garut-Belum adanya standarisasi gaji guru honorer menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Masih banyak guru honorer yang gajinya jauh dibawah UMR, ada yang gajinya 250 ribu/bulan.

Hal tersebut disampaikan ketua Pergunu Jawa Barat H Saepuloh pada kegiatan pelantikan PAC Pergunu se Wilayah Garut selatan di Aula Masjib Aljabar Rancabuaya Kec. Mekarmukti Kab Garut. (15/09/2019)

Lebih lanjut, H Saepuloh menuturkan bahwa dengan gaji dibawah UMR tersebut, sangat sulit guru honorer mempunyai rumah tinggal yang layakhunilayakhuni, bahkan untuk biaya pendidikan anaknya untuk ke jenjang Perguruan Tinggi sangat sulit bagi guru.

“Bagi guru honorer, sangat sulit mempunyai rumah yang layakhuni, bahkan ketika pemerintah pusat menyodorkan rumah subsidi ini juga sangat berat bagi guru honorer, berat untuk DP nya dan berat juga untuk bayar cicilannya” tutur Saepuloh

Oleh karena itu, Saepuloh mendorong agar pemerintah pusat dan daerah duduk bareng untuk membangun rumah gratis bagi guru, baik itu menggunakan APBN, APBD, dan atau CSR dari BUMN dan BUMD.

“Saya kira, kalau pemerintah pusat dan daerah duduk bareng memikirkan bagaimana agar guru honorer mempunyai rumah gratis yang layakhuni, ini pasti bisa tercapai” Saepuloh yang merupakan Doktor Ilmu Sosial dari Universitas Merdeka Malang.

Lebih lanjut, H Saepuloh menjelaskan bahwa Pergunu Jawa Barat sudah membuat konsep rumah produktif, dan konsep rumah produktif ini sangat bagus jika diipadukan dengan program rumah gratis bagi guru honorer.

“Dengan konsep rumah produktif ini, guru honorer bukan hanya mempunyai rumah layakhuni tetapi mereka juga mempunyai tambahan penghasilan dari rumahnya tersebut” tutur Saepuloh (Abdul Hadi)┬á