Pergunu dan JQH kota Depok sumbang juri di acara Margonda Fest 2019

Margonda-Depok (12/11/19/)-Gelaran lomba tahfidz quran (hafalan juz 30 ), dan cerdas cermat islam merupakan salah satu upaya untuk membentuk generasi muda yang berakhlak Qurani dengan menjadi juru dakwah dan penghafal Alquran.

“Sungguh luar biasa karena ini terkait dengan program kota Depok yang menjadikan kawasan Religius. Tadi saya merinding juga, bagaimana mereka bisa melafalkan ayat-ayat dengan sangat baik dan mereka mampu berhadapan dengan penonton tanpa rasa grogi,” kata Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) kota Depok, usai meninjau Lomba Tahfidz, diarena Margonda Fest yang di adakan ke 7 kalinya di kota Depok. (12/11).

“Sesungguhnya potensi anak-anak ini merupakan hasil dari orang tua yang telah mendidik mereka (anak-anak) dengan luar biasa sehingga siap untuk untuk membentuk generasi muda yang berakhlak qurani,”lanjutnya.

Dewan juri lomba Tahfidz dari JQH kota Depok

Lomba Tahfidz hafalan Quran ini merupakan yang ke 3 kali diadakan, Alhamdulillah saat ini kami bisa sinergi program dengan banyak lembaga, seperti persatuan qori dan penghafal Quran atau biasa di sebut Jamiyyah Qurro wal Huffadz (JQH) kota Depok, berikut juga Lembaga Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) kota Depok dan dengan para pakar bidangnya langsung, ujar bu Indah disela-sela sambutanya saat membuka acara lomba Tahfidz ini.

Tahun ini kami membatasi 40 peserta dari berbagai sekolah, maksimal mengirim 2 urusan setiap sekolah, kalau tahun lalu yang mendaftar sampai lebih dari 50 peserta dengan antusias yang meningkat akan keikutsertaan, dari berbagai daerah, termasuk ada sekolah yang berasal dari Subang, bukan hanya sekitar Depok, ujar Hakim yang juga Penanggung Jawab lomba Tahfidz tahun ini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter anak agar terlahir generasi yang lebih berkualitas, mengingat pentingnya pendidikan agama sejak dini. Tentunya peran orang tua juga diperlukan untuk membiasakan anak-anak mendalami nilai-nilai agama islam.

“Kalau anak-anak ini bisa artinya anak-anak kita semua juga bisa. tidak ada kata terlambat untuk belajar, apalagi ini Al Quran yang kita pelajari, yang langsung kuncinya adalah Allah Swt, mari kita persiapkan sejak dini,”. ujar Hakim.

“Saya melihat bagaimana anak-anak ini bisa hafidz quran itu karena pada masa keemasan dalam hidup mereka sampai dengan delapan tahun,” pungkasnya.

Lomba penghafal Alquran, Cerdas Cermat Islam, merupakan penguatan program Pemkot Depok. Kompetisi dikemas dalam Margonda Fest, melibatkan ribuan masyarakat dan peserta yang ikut serta selama dua pekan ini.