Pergunu Bali sowan minta nasehat Ketum PP Pergunu Pusat di Surabaya

Surabaya (12/07) Di tengah kesibukan dan aktivitasnya Lewa Karma (Korwil IV P Pergunu) menyempatkan diri bertemu mahasiswa IKHAC asal Bali di Pacet Mojokerto. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan support sekaligus melihat lebih dekat aktivitas dan perkembangan para Mahasiswa IKHAC asal Bali. Pertemuan meski sejenak, namun demikian sangat berarti untuk memberikan dorongan serta memulihkan rasa rindu kampung. Lewa dalam sambutannya atas para Mahasantri mengingatkan agar selalu mencari berkah ilmu dan berkah guru (kyai). Tugas para mahasiswa adalah menjaga amanah orang tua untuk terus menuntut ilmu baik di kampus maupun di pondok pesantren. Mahasiswa harus sabar dan tekun dalam menghadapi ujian, tugas dari kampus mapun pondok. Mahasiswa asal Bali harus menunjukkan eksistensi terbaik dan tetap menjaga nama baik kluarga besar Pergunu Bali.

Pergunu Bali bersama Ketum PP Pergunu


Lewa juga mengajak para mahasiswa memperbanyak pengalaman dan bekal dengan mengikuti UKM kampus, organisasi ekstra universiter serta program lainnya melalui paguyuban bersama Ikatan Mahasiswa Dewata (IMADE). Mereka diminta untuk sharing dan saling melengkapi sesuai dengan bakat dan kehaliannya, khususnya kemampuan menjaga radisi ke-NU-an. Demikian juga KH. Moh. Maksum Amin Penasehat Pergunu Bali turut memberikan doa dan dukungan kepada segenap mahasiswa selama berada di Pondok Pesantren Ammanatul Ummah Pacet Mojokerto. Kyai Maksum juga sangat berharap kelak semua para mahasiswa balik kampong akan menjadi orang sukses dan bisa menjadi kader-kader NU masa depan. Pertemuan yang sebentar ini juga menjadi kesempatan para mahasiswa menyampaikan unek-unek yang diwakili oleh mahasiswa program S2 yaitu Sahrul Muharam, Jazur Rohim dan Nurul Hidayah. Mereka menyampikan realitas dan perkembangan adik-adik kelasnya program S1 sudah banyak mengalami kemajuan dan semoga bisa mengindahkan nasehat para sesepuh Pergunu Bali.

Sebelum petemuan dengan mahasiswa Lewa Karma dan KH Maksum Amin menyempatkan diri lebih dulu bertemu Pimpinan Pondok Pesantren Ammanatul Ummah (Ketum PP Pergunu) Dr. K.H. Asep Saefudin Chalim, MA. Dalam obrolan singkatnya Lewa melaporkan perkembangan Pergunu Bali dan juga mohon doa atas perjalanan Pergunu serta anak didik yang ada di Pacet. Kyai Asep juga tampak bahagia bisa bertemu dengan pengurus Pergunu dan menitipkan organisasi untuk dijaga dan dikembangkan sebagai lahan pengabdian terhadap NU dan ulama. Kyai juga menuturkan bahwa ke depan Pesantren dan kampus akan terus dikembngkan agar bisa memberikan pelayanan lebih maksimal termasuk rencana alih status Institut menjadi Universitas serta rencana membuka Program Doktoral sebagai jalan pengembangan kader NU masa depan.