Pergunu Bali Aktif Merawat Kebinekaan Pasca Demokrasi

SINGARAJA (26/5) Dengan berakhirnya Pesta Demokrasi 2019 , sarasehan kebangsaan digelar oleh MD KAHMI Buleleng pada (26/5) yang bertempat di Gedung Dekopinda Singaraja dengan mengambil tema ” Merawat Kebinekaan Pasca Demokrasi “.

Tema ini di ambil dikarenakan situasi Bangsa dan Negara sangat perlu dirajut kembali Pasca Pemilu/ Pesta Demokrasi 2019, apalagi di Pulau Bali yang terkenal dengan Pulau Dewata dimana masyarakat khususnya di Bali yang hidup Majemuk dari berbagai Latar belakang etnis dan suku ,agama harus tetap merawat Kebhinekaan, dan toleransi antar umat beragama yang sudah dibangun sejak berabad-abad tahun oleh leluhur.

Sarasehan Kebangsaan yang dirangkai dengan buka puasa bersama dihadiri Kapolres Buleleng AKBP Suratno , KH. Maksum Amin ( Penasehat Pergunu/Tokoh Agama Islam), Suwardi Rasyid (Budayawan, Praktisi Pendidikan), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ,Unsur Muspida, OPD, Ormas, OKP dan tokoh masyarakat yang ada di Buleleng.

Sambutan Kapolres Buleleng AKBP Suratno yang diwakili Iptu Putu Semawa yang berdinas di Polsek Kota Singaraja memberikan sambutan seijin Kapolres mengatakan, ” Mari kita antisipasi paham Radikalisme yang belakangan ini marak, maka itu upaya kepolisian anak menindak dan isu terkait kenakalan remaja. Dan kita harapkan mari kita ciptakan kamtibnas dengan baik yang mana pesta demokrasi sudah selesai mari kita pertahankan” ujar Putu Sumbawa.

KH. M Maksum Amin selaku Penasehat Pergunu dan tokoh umat Muslim Buleleng dalam kesempatan itu menjelaskan, “
Dalam Islam sesungguhnya keberagamaan dan kebersamaan itu sudah given/ada dari atas,perbedaan jenis kelamin, suku,bangsa itu adalah keharusan untuk saling kenal. Sungguh orang terbaik dari mereka-mereka itu adalah oranh yang mengenal diri,Tuhan dan sesamanya. Karena Kebhinekaan itu adalah keharusan yang kita jaga dan rawat bersama” ujar KH M.Maksum Amin.

Sementara Lewa Karma,M.Pd (Korwil IV PP Pergunu/Tokoh Pendidikan) sangat berterimakasih kepada para pihak dalam acara tersebut telah ikut hadir, mengingat acara tersebut sangat penting demi membangun kerukunan.

Lewa Karma memaparkan, ” Rajutan kebangsaan antar umat beragama senantiasa dalam satu tenunan kebangsaan yang utuh, sehingga hubungan nyame braye pasca pesta demokrasi senantiasa mengutamakan kebersamaan dan damai dalam urusan sosial dan politik mendatang. Masyrakat dan pemerintah tak boleh putus koordinasi untuk saling bahu membahu membangun bangsa dalam urusan aspek apapun demi tercapainya keadilan, kesejahteraan dan persatuan”papar Lewa Karma,M.Pd. usai buka puasa bersama.

Lewa Karma mengajak semua pihak untuk tetap menjaga Pancasila yang mana Pancasila merupakan landasan Berbangsa dan bernegara. Dan berterima kasih kepada penyelenggara pemilu telah menyelesaikan pesta demokrasi secara adil.

(santri Noesantara/Gus Lewa)