Pemimpin itu orang beriman yang menegakkan Shalat: KH Asep Saifuddin Chalim.

​Garut Jawa Barat. (26/2/2019) di depan Ribuan Warga NU Kab Garut, Kiai Asep Ingatkan Bahaya Wahabi Berkuasa Jika Jokowi Kalah


Garut, Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menyelenggarakan silaturahmi bersama Kiai dan warga NU se-Kab Garut di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan 3) Sukaresmi Kab Garut. Kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan warga NU yang terdiri dari pengurus NU, Muslimat NU dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se-Kabupaten Garut Jawa Barat. (26/2/2019)


Hadir pada acara yang berlangsung mulai pagi hari itu Ketua Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, Ktua Umum JKSN KH Muhammad Roziqi dan Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim.

Ribuan Kiai Santri berdoa untuk keberkahan Negri


Kiai Asep selain menyampaikan taushiyah politik juga memimpin doa.”Jika dulu di sini (Garut) Pak Jokowi hanya dapat 29 persen, kita balik, Pak Jokowi menang 70 persen bahkan 80 persen,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim yang juga Dewan Penasehat JKSN Pusat.


Menurut Kiai Asep warga NU harus memilih Jokowi karena ditinjau dari segi apapun presiden RI itu lebih baik. “Salatnya baik, zakatnya baik,” kata Kiai Asep sembari memberikan testimoni bahwa ia menyaksikan sendiri saat Jokowi salat di tempat tawaf Makah.


Bahkan Jokowi, tutur Kiai Asep, juga puasa Senin-Kamis. “Jadi warga NU harus memilih calon presiden yang salat, jangan pilih calon presiden yang tidak salat,” tegasnya yang disambut tepuk tangan ribuan jamaah.
Menurut Kiai Asep, dalam al-Quran disebutkan bahwa seorang pemimpin harus menegakkan salat dan menunaikan zakat. “Sungguh pemimpin itu Allah dan Rasulullah dan orang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat serta taat beribadah,” tegas Kiai Asep mengutip arti ayat al-Quran.
Ia juga mengklarifikasi tentang tudingan negatif terhadap Jokowi terkait pihak asing. Ia membantah Jokowi pro asing. Justeru, kata Kiai Asep, presiden-presiden sebelumnya yang menjual aset bangsa ke asing. “Kalau presiden-presiden sebelumnya menjual aset negara ke asing, sedang Pak Jokowi mengembalikan aset negara yang dikuasai asing ke pangkuan ibu pertiwi,” ungkapnya. Ia mencontohkan freeport yang dalam pemerintahan presiden sebelumnya saham bangsa Indonesia hanya dapat 9 persen tapi pada era Jokowi bangsa Indonesia dapat 51 persen. Begitu juga blok mahakam dan rokan yang didalamnya banyak sumur minyak dan gas.


Kiai Asep juga menjelaskan bahwa Jokowi sukses membangun infrastruktur terutama jalan tol. “Ada yang bilang rakyat tak butuh aspal. Itu keliru. Karena untuk memajukan ekonomi bangsa kita harus membangun infrastruktur. La yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib,” kata Kiai Asep.


Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu juga mengatakan bahwa Jokowi adalah presiden yang bisa dititipi paham Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Bahkan Presiden Jokowi telah menetapkan Hari Santri Nasional. Karena itu warga NU harus memenangkan Jokowi. “Kalau Pak Jokowi kalah, wanau’dzubillah, Ahlussunnah waljama’ah akan tergerus karena yang berkuasa adalah Wahabi,” katanya.


Kiai Asep juga mengingatkan warga NU tentang banyaknya hoax yang menimpa Jokowi. Menurut dia, kini muncul hoax lagi. “Ada informasi, nanti tiga bulan setelah Pak Jokowi menang Pak Ma’ruf Amin akan diganti oleh Ahok. Ini jelas hoax. Kok begitu bodohnya informasi ini,” katanya.


Kiai Asep mengaku akan terus berjuang untuk memenangkan Jokowi dengan berbagai upaya termasuk mengorbankan hartanya. Ia juga akan terus mendatangi wilayah-wilayah Jawa Barat yang dianggap suara Jokowi masih rawan.


“Saya akan menyisir ke beberapa wilayah di Jawa Barat untuk kemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” kata Kiai Asep penuh semangat. Usai acara pagi itu Kiai Asep memang langsung meluncur ke Pondok Pesantren Nurul Bayan Cimerak Pangandaran Jawa Barat. Kiai Asep baru sampai ke Pondok Pesantren Nurul Bayan Pangandaran setelah menempuh perjalanan darat selama 5 jam.