Peace Leader Indonesia, ajak Pelajar cinta NKRI dan bangun persatuan

Perbedaan bisa disatukan melalui sebuah komunitas. Itulah tujuan dibentuknya Komunitas Peace Leader (Pemimpin Perdamaian).

Komunitas ini terdapat di berbagai kota di Indonesia, seperti Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, Malang, Yogyakarta, Sampang, Sumenep, Malang, dan Jember.

Di Kabupaten Jember sendiri, komunitas itu berdiri sejak 2014 lalu, dan memiliki 30 anggota berusia muda. Mereka juga dari berbagai lintas agama.

Komunitas Peace Leader ini getol melakukan kampanye perdamaian di kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa.

Redy Saputra, Kordinator Nasional komunitas tersebut, membenarkan hal tersebut.
“Komunitas ini dibentuk untuk menjaga keutuhan NKRI, perbedaan itu indah ketika bisa disatukan untuk kepentingan perdamaian, ” ungkap Redy.

Tak heran bila Komunitas Peace Leader ini di berbagai kesempatan berkunjung ke berbagai lembaga pendidikan. Di antaranya sekolah dan perguruan tinggi dan tempat peribadatan di Kabupaten Jember.

Hal itu seperti dilakukan saat tahun ajaran baru seperti sekarang ini, ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru, komunitas itu sengaja diundang oleh SMP Negeri 5 Tanggul untuk memberikan penamparan terkait wawasan kebangsaan.

Dilain tempat, begitu juga yang dilakukan oleh kordinator Peace Leader Depok-Bogor, tepatnya di SMP Lazuardi Al Falah kota Depok, yang mengajak para siswanya untuk mengenal satu sama lain dan menghargai perbedaan diantaranya, tegas Hakim di saat memberi materi tentang LDKS disekolah tersebut. 

“Pemuda itu adalah aset bangsa. Karena itu perdamaian harus dimulai dari diri pemuda. Komunitas ini terbuka untuk siapapun tanpa melihat perbedaan suku dan agama, lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan,”imbuh mahasiswa Fakultas Ilmu Komuniikasi, Universitas Terbuka Jember itu.