Optimisme dan Cita – Cita Mulia Ridwan Kamil, Indonesia Harus Menjadi Negara Adi daya, Kuat dan Hebat

Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil

Bandung – pengurus wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Barat Jumat ( 1/2/2019) mengadakan peringatan harlah NU ke 93, acara yang berlangsung di kantor PWNU Jawa barat itu dihadiri oleh Gubernur Jabar, H. M. Ridwan Kamil, Ketua PWNU Jabar, KH. Hasan Nuri Hidayatullah dan berbagai perwakilan Alim ulama. 

Video Ceramah H. M. Ridwan Kamil di Harlah NU 93 

Dalam acara yang berlangsung dengan penuh kekhususan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan kecintaanya kepada NU, ” Keluarga besar saya adalah Nahdliyin dan saya siap membangun Jabar dengan bersatupadu, juga siap mewujudkan persatuan demi menjadikan Indonesia sebagai negara adi daya yang hebat dan kuat.” Ucap mantan walikota Bandung.

Acara yang dibarengi dengan kegiatan NU Jabar Award itu berlangsung dengan penuh kehangatan, sebagaimana admin Santri Noesantara pantau. Selang beberapa hari pasca acara, akun resmi Instagram Ridwan Kamil mencatat optimisme mulianya yang patut diketahui seluruh bangsa Indonesia dan Dunia. 

Akun resmi IG Ridwan Kamil

Berikut copasannya, tidak pernah saya bercita – cita jadi Gubernur. Cita – cita formalnya hanya ingin jadi arsitek. Dan itu sudah terkabul. Namun belikan takdir membawa saya ke dunia kepemimpinan menjadi Walikota dan sekarang Gubernur.

Gaya hidup, kesibukan dan tanggungjawab berubah drastis. Namun yang tidak berubah adalah keyakinan, bahwa hidup itu harus optimis dan berusaha menjadi yang terbaik melalui dua hal, berupaya dan berdoa. Berikhtiar dan bermunajat.

Saya ingin Indonesia itu menjadi Negara Adi Daya, negara hebat dan juara sesuai haknya. Pasti bisa.

Saya ingin berada dalam sejarah perjalanan panjang, long march menuju Baldatun Thayibatun Wa Rabbun Ghafuur.

Allah swt memberikan daya imajinasi dan daya berpikir, yang saya gunakan untuk memperbaiki tatanan masyarakat dan merekayasa kemajuan. Kadang harus melalui momen trial dan error. Karenanya sudah biasa, jika tidak suka, namun yang benci juga banyak, itulah hakekat hidup.

Selama kita tidak khianati syariat agama, tidaklah kita perlu takut dengan omongan manusia. Jika ada orang membenci kita, janganlah kita balas dengan membenci mereka. Karena sesungguhnya mereka tidak paham sebenarnya tentang kita.

Kelemahan kita hari ini adalah mudahnya kita bertengkar dengan sesama kita sendiri. Beda selera warna bertengkar. Beda klub bola bertengkar. Beda pilihan presiden bertengkar. Padahal jika kita bersatu padu, negeri paling optimis dan paling dermawan sedunia ini tidak akan bisa dikalahkan. Insya Allah juara di 2045 saat 100 tahun kita merdeka.

Mari optimis berkarya mengejar pencapaian dan prestasi. Sesungguhnya jika kita memiliki banyak pencapaian dan prestasi, itu sebenarnya bukan karena kitanya yang hebat, namun itu karena Allah swt selalu memudahkan urusan kita.

(IG Ridwan Kamil/ Santri Noesantara/ Hady)