Muharrik Masjid dan Arah Baru Literasi Keagamaan

Jakarta – PPIM UIN-Convey Political literacy kembali menggelar Seminar & Launching buku ” Masjid di Era Millenial: Arah Baru Literasi Keagamaan”. Bertempat di Hotel Grandhika Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Rabu (6/2/2019).

Seminar ini bertema Pengelolaan Masjid di Era Millenial, karena seperti dikatakan oleh para narasumber yang rata-rata dari kalangan ulama praktisi dan akademisi format dakwah di era millenial ini mengalami pergeseran, revolusi digital memungkinkan hal itu. Orang sekarang lebih suka membuka youtube untuk mencari dan bertanya tentang literatur keislaman, sehingga muncul para Ustadz dan Dai youtube.

Di samping itu ada kekhawatiran kaum millenial terpapar radikalisme yg ditularkan media tersebut. Lebih dari itu para pemateri juga memberikan warning dan solusi apa dan bagaimana mengelola masjid agar familiar dengan kaum millenial. Di situlah perlunya dakwah yang bersifat dinamis.

Acara dibuka dengan sambutan dan pembukaan oleh Irfan Abubakar,MA (Direktur CSRC UIN Jakarta). Lalu keynote Speech Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin denfan  judul ” Peran Kementerian Agama RI Dalam Penguatan Literasi Keagamaan di Masjid”, kemudian langsung dijabarkan buku ” Masjid di Era Milenial: Arah Baru literasi keagamaan ” oleh Dr. Jajang Jahroni, Editor.

Setelah itu masuk ke pembahasan buku Literasi Keagamaan di Masjid: Antara Cita dan Fakta, oleh KH. Masdar F. Mas’udi (Wakil Ketua Umum DMI). Pembahasan buku berikutnya “Literasi Keagamaan di Masjid dan Tantangan Ideologi Radikal, oleh Prof. Dr Asep Usman Ismail (Fakultas Dakwah UIN Jakarta). Kemudian pembahasan pamungkas oleh Irfan Amalee (Peace Generation) yang mencoba membongkar trik dan tips sukses dakwah di Masjid dan Dunia Maya. Moderator; Rita Pranawati,MA (Peneliti CSRC UIN Jakarta). Acara ditutup dengan diskusi dan tanya jawab.

Ustadz Alwi Sahlan saat menghadiri acara seminar

Pada kesempatan tersebut hadir Anggota Khatib blusukan, Ustadz Alwi Sahlan, S.Sos. menurutnya kegiatan seminar ini sangat membantu para Muharrik masjid dan guru yang notabene terbiasa terjun mencerdaskan umat di berbagai Medan. 

” Materi yang disampaikan benar -benar menyadarkan bahwa seorang pendakwah atau Muharrik selain harus pandai bersilat lidah dalam beretorika juga harus menguasai ilmu jurnalistik agar pesan dakwah dapat disampaikan melalui tulisan dan audio visual.” Tegas Ustadz Alwi yang juga pengurus Pergunu Kota Depok dan pengajar di Pesantren Himatul Aliyah Depok.

Ustadz Alwi Sahlan bertekad mengamalkan materi yang disampaikan oleh para profesor dan Kiai, menurutnya pendidikan literasi tidak hanya harus difahami, tapi dikuasai dan diamalkan, ” Pendakwah sukses adalah yang memahami kondisi zamannya dan patut menguasai teknologi. Saya bertekad mendidik  umat dan santri agar lebih giat berkarya di dunia literasi hingga dapat mengabadikan jejak para Kiai Nusantara.” Tegas Ustadz Alwi yang hobi blusukan dakwah  di masjid sekitar Bogor dan Depok.

( Santri Noesantara/ Hady).