Militansi dalam menanamkan aqidah Aswaja An Nahdliyyah kepada peserta didik harus menjadi Simbol Pergunu

SantriNoesantara@Bandung, Pergunu harus menjadi rumah besar bagi guru-guru NU dan anggota Pergunu harus menunjukkan militansinya dalam menjalankan roda organisasi, terutama dalam menanamkan aqidah Ahlussunnah Waljamaah An Nahdliyyah kepada peserta didik.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat, H Saepuloh pada kegiatan pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Se-Kab. Bandung masa khidmat 2019-2024 di Aula Kantor PCNU Kab. Bandung, Jl. Laswi No. 516 Jongor Kecamatan Ciparay Kab. Bandung (7/7/2019)

Lebih lanjutkan Saepuloh menegaskan bahwa pendidikan Awaja An Nahdliyah di lembaga pendidikan NU merupakan masalah yang belum terselesaikan di Jawa Barat, salah satunya di Kab Bandung.

“PR besar yang selama ini belum bisa terselesaikan adalah tentang masalah pengajaran Aswaja An Nahdliyyah di sekolah-sekolah, khususnya sekolah NU/Lembaga Ma’arif, karena kita masih kalah dengan PERSIS atau Muhammadiyah, yang mampu menanamkan faham-fahamnya kepada peserta didik, sehingga setelah mereka keluar dari sekolah tersebut, akan muncul militansi PERSIS-nya atau Muhammadiyah-nya, sementara di lembaga NU belum secara optimal dalam hal itu “ tutur Saepuloh

Selain itu, Saepuloh menegaskan Pergunu fokus pada dua hal, yakni kewajiban yang harus dilaksanakan guru dan hak yang diterimanya. Soal kewajiban, Saepuloh meminta para guru NU terus mengembangkan pembangunan bidang pendidikan.

Soal hak yang diterima guru, Pergunu bertekad mengadvokasi hak-hak para guru agar guru mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Sebab, pada kenyataannya, banyak guru di Jabar yang masih menerima haknya jauh di bawah perhitungan hidup layak.

“Tentu itu tidak semua bisa dibebankan kepada pemerintah, tapi kita pikul bersama, kita akan berdayakan ekonomi guru-guru” tutur Saepuloh