Menuai Keberkahan di Munas Alim Ulama dan Konbes NU Banjar

Hujan ditengah Terik Sinar Mentari…
Itulah keajaiban yg terjadi diacara pembukaan Munas NU di Pesantren Citangkolo -Banjar Patroman, Jawa Barat. (siang, jam 13.00,Rabu 27 Febr 2019)
Puluhan Ribu Nahdliyyin yang siang itu hadir diacara pembukaan munas menjadi saksi panas-teriknya sinar Matahari di Kota Banjar, ditambah berjubelnya jamaah maka keringat pun mengucur seperti diperas saja.

Saat banyak jamaah kepanasan oleh Teriknya sinar Surya itulah keajaiban terjadi tiba-tiba… Alloh SWT. Mengirimkan air hujan yang cukup deras meskipun hanya sebentar…tapi semua berubah menjadi sejuk seketika, angin menjadi lembut.. Suasana pun menjadi lebih segar..

Setiap hadirin pasti tahu ini hujan tidak biasa.. Ganjil sekali… Itulah Tanda Sayangnya Alloh SWT. Yang menjawab doa Nahdliyyin (Warga NU) yang menginginkan guyuran air hujan.. Tanpa teriakan dan tanpa mencerca panas mentari….
Doa adalah Senjatanya (pusaka) Orang Yang Beriman.
(Rasanya seperti melihat penonton acara sepak bola atau konser yang meminta diguyur air oleh panitia ..dan akhirnya Disiram dgn air yg menyejukkan…).

Sejuk teduh memandang wajah para kyai, alim ulama, santri dari berbagai pelosok Indonesia,… Canda tawa… Dan guyonan cerdas ada dimana-mana di area Munas ini.

Anda mau makan.. Carilah… Prasmanan disediakan di berbagai tempat.. Dan bebas untuk anda nikmati selagi masih ada. Lauknya… Hemm Ikan Laut Selatan yang Gurihhh.. Dan melimpah jumlahnya karna produksi ikan kita semakin berlimpah…

Yang menghidangkannya para santri putra-putri yang ramah dan dgn tulus melayani keperluan hadirin…
Subhanalloh pantesan Syech Al -Bouty bilang
“Apakah saya sedang berada di Syurga”

( Dicatat oleh KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, salah seorang Mustamik di Acara Munas NU,Di Citangkolo -Banjar Patroman)