Mengukir Sejarah, Pergunu Jabar dan ISBI Peringati Hari Santri Nasional 2019

Bandung, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru (Pergunu) Nahdlatul Ulama Jawa Barat kerjasama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) menyelenggarakan pagelaran musik dan lagu dalam rangka memperingati hari Santri nasional dengan tema “Melalui Hari Santri Dijadikan Momentum Paham Radikalisme Agama” di Lantai 3 Aula Gedung PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No 9 Bandung. (27/10/2019).

Menurut Ketua Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan tersebut ada empat lagu yang dinyanyikan, pertama lagu islam rahmatan lil alamin. Lagu ini memberikan pesan bahwa Indonesia merupakan anugrah dari Alloh SWT, yang harus senantiasa dijaga dan harus memancarkan cahaya rahman rahim-Nya untuk menggapai islam rahmatan lil alamin.

Kedua, lagu Akhlakul Karimah, lagu ini memberikan pesan bagaimana pentingnya kita memupuk persaudaraan ditengah-tengah perbedaan dengan bingkai bhineka tinggal ika sebagaimana akhlakul karimah yang dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, lagu jamaah, lagu ini memberika pesan bahwa untuk membangun bangsa dan negara Indonesia akan lebih mudah jika dikerjakan secara bersama-sama dan berjamaah.

Keempat, lagu toleransi, lagu ini menggambarkan bahwa bangsa Indonesia ditakdirkan adanya perbedaan rasa, suku, bahasa, dan agama. Perbedaan tersebut merupakn anugrah dari Alloh SWT sebagai sebuah kekuatan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa – bangsa dunia, melalui toleransi memberikan nilai-nilai untuk mempersatukan bangsa atas adanya perbedaan, melalui toleransi bersatu padu membangun bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Saepuloh berharap dengan keempat lagu tersebut yang diciptakan langsung oleh Dr Moh Yusuf Wiradireja Dosen ISBI bisa menjadi salah satu upaya untuk menangkal paham radikalisme agama di lembaga pendidikan.

Pada kegiatan tersebut, yang pentas merupakan santri-santri dari pesantren Assalam dengan kostum yang menggambarkan kebhinekaan.