LTM NU Bogor Hadiri Peluncuran Al Quran Berbahasa Aceh, Bugis dan Madura.

LTM NU Bogor Hadiri Peluncuran Al Quran Berbahasa Aceh, Bugis dan Madura.


Jakarta (Santri Noesantara) – Saya sangat bersyukur, pagi ini dapat hadir bersama para pejuang ahli penterjemah Al Quran. Penterjemahan Al Quran ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia harus terus dilakukan demi mencerdaskan bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat peluncuran Al Quran dengan tiga bahasa daerah, bahasa Aceh, bahasa Bugis dan bahasa Madura di Ruang Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementrian Agama Republik Indonesia Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Suasana Peluncuran Al Quran Bahasa Aceh, bahasa Bugis dan bahasa Madura

“Penerjemahan yang dilakukan pasti tidak bisa lepas dari penafsiran, kita bukan manusia sempurna tapi harus terus berusaha menyempurnakannya demi berkhidmat pada Al Quran.” Kata Menag Lukman Hakim.

Ketua Lembaga Takmir Masjid LTM NU Bogor, H. Agus Riadi, SE dan Wakil Sekretaris LTM NU Bogor, H. Abdul Hadi Hasan, Lc turut serta menghadiri acara tersebut bersama dengan para tamu undangan lainnya yang terdiri dari tokoh pendidikan dan Budayawan.

Menurut Haji Agus, penterjemahan Al Quran ke bahasa daerah jelas memudahkan kita sebagai bangsa Indonesia untuk lebih mendalami keindahan Al Quran, “ Penterjemahan ke bahasa daerah patut diacungi jempol.” Ucap Haji Agus yang juga pimpinan Majelis Taklim Al Wildan Citayam Bogor.

Setelah acara peluncuran, hadirin dan Haji Agus sempat berkeliling di sekitar lobby Kantor Kemenag untuk menyaksikan beberapa Qur’an terjemah berbahasa daerah yang sengaja dipamerkan oleh Lektur dan Balitbang Kemenag RI. ” Dakwah Islam di era Millenial lebih mudah dan cepat mengena ke target karena kita dimodali berbagai Qur’an dengan nilai tambah adanya kekayaan budaya lokal. ” lugas  Haji Agus yang memiliki ikatan dengan Kiai di Pesantren Babakan Cirebon kepada author Santri Noesantara.

Bogor (Santri Noesantara/hakim)