LTM NU Tenjo Dakwah Ramadhan Kenalkan Budaya Islam Nusantara Khas Tenjo

Bogor – Bedug adalah salah satu ciri budaya Ahlisunah waljamaah dan bagian dari Kekayaan Budaya Islam Nusantara peninggalan Wali Songo.

Di Masjid ataupun di Mushola, kalau ada bedug maka menandakan tempat tersebut merupakan pusat dakwah yang para muharrik dakwah dan muharrik masjidnya mempraktikan ubudiah Ahlisunah waljamaah Annahdliyah.

Bedug yang dikenal sebagai tanda, alat  juga simbol kekuatan untuk menyeru hamba agar ingat kepada Allah Swt. Bedug bisa terbuat dari kayu, pohon pinang, kaung dan pohon kelapa.

Adapun kulit yg digunakan kulit kerbau karena kulit kerbau lebih kuat tahan pukul,
Ukuran bedug bervariasi disesuaikan dengan muka bedug. 

Budaya Memukul Beduk Di Tenjo

Di Mushola Al Hidayah desa Babakan, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga saat ini bedug tetap dilestarikan, bahkan ditiap-tiap waktu shalat, sebelum adzan dikumandangkan, di Mushola Al Hidayah terlebih dahulu diawali oleh pukulan bedug dan kentongan,
Pukulan kentongan dua kali pukulan bedug dua kali, pukulan kentongan pertama dan kedua sama dengan pukulan pertama bedug. karena pukulan kedua bedug disesuaikan dengan waktu solat, kalau untuk solat asar, isya , dzuhur pukulan kedua bedug empat kali. Untuk magrib pukulan keduanya tiga kali. Untuk solat subuh pukulan keduanya dua kali. Setelah pukulan bedug baru disusul dengan alunan adzan.

Selain itu pula budaya memukul bedug dilakukan di bulan puasa, yang dimainkan oleh empat orang tiap orangnya satu bedug yang diurut kesatu, kedua, ketiga dan keempat, bedug yang ke empat disebut indung.

Budaya mukul beduk yang sarat dengan seni budaya khas Sunda Banten, nampaknya harus terus di lestarikan. Para generasi Milenial harus dikenalkan dan diajarkan cara memukul bedug hingga landasan filosofisnya difahami, arahkan mereka  menjadi bangga dengan kekayaan Budaya Islam Nusantara.

” Budaya pukul bedug seperti ini khas Tenjo, kami sejak lama diajarkan oleh para tokoh Aswaja Annahdliyah. Alhamdulillah ramadhan 1440 kami hidupkan bersama para pemuda Tenjo. Semoga dengan kegiatan ini kita tetap dapat melestarikan kekayaan budaya Islam Nusantara.” Tegas Ustadz Iwan kepada author Santri Noesantara.

Dalam kegiatan mukul bedug ala Tenjo tersebut hadir beberapa tokoh MWC NU Tenjo, diantaranya Wakil Syuriah MWC NU Tenjo, KH. syamsuddin, Sekretaris MWC NU Tenjo, Ustadz Ujang Aria Widayat. Ss. M. Si, ketua Pengurus Ranting NU Desa Babakan, Ustadz Abdul Latif.

( Santri Noesantara/ Haedar)