LTM NU Bogor sumbang Mushaf Quran dan Bendera NU kepada Syekh Abdumazhid Isomudinov asal Kyrgzstan

Bojonggede-Bogor (26/6/19) Yayasan Al Ittihad Al Islami Citayam, unit Pendidikan PAUD Al Kautsar telah melepas siswa-siswi santri yang telah menyelesaikan program pendikan anak usia dini / PAUD, selama satu tahun yang seluruhnya berjumlah 40 orang.

Alhamdulillah semoga anak-anak bapak ibu sekalian menjadi sholeh dan sholehah, penerus dan pejuang seperti para alim ulama Nahdliyyah, yang jasa-jasanya sudah terukir dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ujar Ustadz H. Abdul Hadi Hasan, Lc dalam sambutannya selaku Ketua Yayasan.

ketua LTM NU Kab Bogor beserta asatidz

Lebih lanjut dipaparkan, bahwa kita harus cinta kepada alim ulama, taro anak-anak bapak ibu sekalian di lembaga pendidikan, sekolah, majlis taklim yang benar-benar jelas siapa gurunya, siapa Ustadznya, karena saat ini kita khawatir, menaro anak di sekolah yang salah, yang terkadang anak-anak kita diajarkan untuk membenci kepada seseorang, diajarkan anti baca maulid, tahlil, ziarah kubur, apakah bapak ibu sekalian ridho kalo anaknya lulus dari sebuah sekolah lantas mereka malah membenci karena amaliyah kita, bapak ibu sekalian ketika meninggal dunia apa tidak mau di bacakan yasin, tahlil, tukas ustadz Hadi kepada wali murid yang hadir.

Inilah yang banyak terjadi, apabila salah kita memasukan anak ke lembaga pendidikan yang tidak berhaluan dengan Ahlussunnah wal jamaah an Nahdliyyah maka itu akan menjadi bahaya dan bumerang.

Serahterima bendera NU kepada Syekh Abdumazhid

Anak-anak sejak usia dini harus diajarkan cinta kepada Ulama, ajari dan perkenalkan mereka akan sholawat, cinta kepada Nabi, Ulama dan para pejuang khususnya Nahdliyyin, ujar H. Agus Riadi saat sambutan sebagai perwakilan PCNU Kabupaten Bogor.

Sejak zaman sebelum kemerdekaan, kita ini adalah bangsa yang sangat mencintai para Ulama, sebagai contoh, Ir Soekarno saat diundang ke Uni Soviet oleh Michael Gorbachev pada waktu itu beliau meminta syarat, yaitu temukan dan bangun Makam Imam Bukhari, karena beliau sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia, ujar H. Agus dihadapan hadirin dan sesekali beliau memakai dialek bahasa inggris karena ada Syekh Abdul Majid dari Rusia dihadapan beliau.

Dipertengahan acara, H. Agus Riadi memberikan Mushaf Al Quran dan bendera Nahdlatul Ulama kepada Syekh Abdumazhid Isomudinov tamu yang berasal dari Kyrgyzstan sebagai simbolisasi kenang-kenangan, tanda tali Silaturahim untuk saudara muslim di Kyrgyzstan dari Masyarakat Indonesia dan disaksikan oleh pengurus Pergunu kota Depok dan Bogor yang hadir serta jamaah lain

Hadir pula mewakili Himpunan PAUD Indonesia Bunda Umi, Banser Senior Bapak Abdul Rasyid, jajaran pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kota Depok dan Kabupaten Bogor, pengurus LTM NU, LTN NU Kab Bogor, LDNU Kab Bogor dan segenap Ansor Banser yang mengamankan berjalannya acara dari pagi hingga siang hari, dan ditutup doa oleh Ustadz Muhammad Darwis.

( Santri Noesantara/Hakim).