Lawan Radikalisme dan Intoleransi Dengan Dakwah Blusukan Yang Ramah dan Terorganisir

Ustadz H Abdul Hadi Hasan tengah memaparkan ceramah di Majelis Riyadhul Jannah Bogor

Bogor ( Santri Noesantara) – Halal bi Halal dan pembukaan pengajian mulai menjamur kembali mewarnai jagat Nusantara, termasuk pengajian bulanan yang diadakan di sekitar Citayam, Ragajaya Kecamatan Bojonggede, Kab. Bogor.

Sabtu, (20/7) Majelis Taklim Riyadhul Jannah secara resmi membuka kembali pengajiannya. Majelis yang didirikan oleh Hj Nunung Nurhayati berlokasi tidak jauh dari desa Ragajaya Citayam.

Panitia pembukaan pengajian membuka kegiatan acara dengan pembacaan alfathihah, yasin, tahlil dan ratib Al Haddad serta pembacaan syair – syair maulid Nabi Muhammad dari Kitab Rawi.

Pendiri Majelis, Hj Nunung dalam kata sambutannya menyatakan rasa syukur kepada Allah Swt dan ucapan terima kasih kepada Asatidz dan Ustadzah serta jamaah karena selama puluhan tahun setia menghidupkan syiar Islam di Kampung Ceringin Citayam.

Acara dihadiri oleh penceramah bulanan, Hj Roqayah binti Kiai Thabroni, dirinya menjelaskan pentingnya mengikuti pengajian dan bersilaturahim.

” Ngaji harus dipentingin, ada duit nggak ada duit, ngaji harus tetap jalan. Ngaji itu selain dapat elmu juga dapat membuka nilai- nilai yang dijanjikan ketika kita melakukan silaturahim. Diantaranya rezeki dan panjang umur.” Ucapnya dengan logat Betawi yang kental.

Sementara penceramah kedua, Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama LTM NU Kabupaten Bogor, Ustadz. H. Abdul Hadi Hasan menjelaskan terkait pentingnya memahami Al Qur’an dan Hadis secara benar dan akurat, diantaranya melalui Para Habib dan Kiai yang memiliki nasab keilmuan dan berakhlakul Karimah.

” Ngaji memang harus diutamakan, ngaji harus dipraktikan dari buaian hingga liang lahat sebagaimana telah disabdakan oleh Rasul Saw. Ingat ngaji lah kepada Ulama Kompeten, yang berilmu, berakhlak dan ramah dalam menyampaikan dakwahnya.” Kata Ustadz yang juga aktif sebagai pengurus Aswaja Center NU Jawa Barat.

Ustadz Hadi melanjutkan kesuksesan di dunia dan akhirat tergantung oleh aktifitas pengajian dan kajian yang kita lakukan. Kita harus fahami pesan Rasul Saw, terkait mengiyakan pendidikan pada diri dan keluarga.

Rasul bersabda. ” Didiklah putra – putra kalian dengan tiga perkara, ajarkan mereka mencintaiku, mencintai keluargaku dan membaca Kitab Suci Al Qur’an.”

Dari hadis tersebut kita disini sejak lama sudah memahami bagaimana para Habaib dan Kiai menebarkan kedamaian di berbagi majelis taklim, mereka mengajarkan kita untuk mencintai Nabi, keluarganya dan akrab dengan Al Qur’an.

” Kita diajarkan untuk maulidan, dzikir, tahlilan, baca ratib, ziarah kubur, dll. Tentu agar hati kita terbuka, dengan metode tersebut kita dapat mengenal Rasul, keluarganya dan para Sahabat ra dengan penuh kecintaan dan dipraktikan pula amalannya dalam kehidupan nyata.” Tegas Ustadz yang bisa dakwah blusukan ke berbagai daerah.

Dirinya mengakhiri ceramahnya dengan menyebut ucapan Hadrotusyeikh KH Hasyim Asy’ari yang menekankan umat untuk mengerti mahabbah kepada Rasul dan harus mewujudkan tanda cinta itu dalam diri setiap personal. Sebagaimana terdapat dalam Kitab Annurul Mubin fi Mhabbati Sayyidil Mursalin.

Acara yang dihadiri oleh jamaah majelis dan beberapa asatidz serta tokoh masyarakat Citayam itu diakhiri dengan pembacaan doa, ramah tamah juga makan siang.