Khutbah Dukung Perjuangan Bangsa Palestina

Salah satu bentuk ketakwaan adalah mencontoh para alim ulama Nusantara. Para alim ulama tidak hanya berjuang untuk agama, namun juga bangsa Indonesia.

“Alim ulama Nusantara sejak dahulu berjuang mencerdaskan dan menyelamatkan bangsa Indonesia dan dunia. Kita harus mengingat sepak terjang para ulama, di antaranya pada sosok Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari,” kata Ustadz Abdul Mun’im Hasan saat khutbah Jumat  di Masjid Al Muhajirin, Kompleks Pancoran Mas Permai, Mampang, Kota Depok, Jawa Barat.


Menurut Kang Mun’im, demikian sapaan akrabnya, KH Hasyim Asy’ari sukses dalam berjuang mengamalkan ajaran Allah SWT  yang tertulis di dalam ayat-ayat ayat suci Al-Quran hanya demi meraih ridha Allah Swt. “Lalu mengamalkannya sesuai yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah Saw. Itu contoh real insan bertakwa,” ungkap salah satu pengurus Pergunu Kota Depok ini.
Umat Muslim yang baru saja menjalankan ibadah Ramadhan. lanjut Kang Mun’im, harus mencontoh apa yang dilakukan Mbah Hasyim tersebut yang juga mencontoh kepada Nabi Muhammad Saw.


Dalam Al-Qur’an disebutkan Wa maa arsalnaaka Illa rahmatan Lil Alamin. “Artinya Dan tiada Kami mengutus kamu (Wahai Rasulullah Saw) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. Surat Al Anbiya ayat 107 itu menyebutkan Rasul Saw merupakan insan sempurna yang bertakwa dan berakhlak. Beliau membumikan nilai-nilai akhlaqiyah Al Qur’an,” lanjut Kang Mun’im.


Ia mengatakan Rasulullah saat menghadapi lawan pun dengan akhlak dan tabassum, akhlak tampak dalam senyuman dan doanya. “Pantaslah beliau disebut sebagai rahmat tidak hanya bagi Muslim, tapi bagi seluruh alam dan makhluk-Nya,” lugas pengajar di Pesantren Al Hamidiyah Kota Depok itu. 


Kang Mun’im juga memaparkan bahwa seorang insan bertakwa hendaknya mengetahui beragam problematika Muslim Indonesia dan dunia. Salah satunya dapat merasakan kepedihan yang terjadi di Palestina. Sebagaimana diberitakan Warga Gaza, Palestina selalu diteror dan dibantai oleh penjajah Zionis Israel.


“Rasul bersabda, Al muslimu akhulmuslim. Artinya seorang Muslim dengan Muslim lainnya adalah bersaudara. Kita semua bersaudara, kita harus amalkan sikap persaudaraan, sebagaimana para masayikh tanamkan ukhuwah wathaniyah, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariyah,” urainya.
Umat Muslim harus berjuang membela hak-hak kaum yang terzalimi, termasuk terhadap bangsa Palestina dengan berbagai cara, dengan pikiran tenaga dan doa. “Insan bertakwa pasti memiliki empati sensitif karena paham dan mengamalkan trilogi ukhuwah,” tegas Kang Mun’im .


Diakhir khutbahnya Kang Mun’im berpesan bahwa takwa akan menyatu dengan jiwa setiap insan hanya dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan sunnah. Keduanya dapat dipahami secara benar ketika Muslim membersihkan jiwa melakukan jihadunafs sesuai bimbingan dari alim ulama Nusantara, sebagaimana mereka dahulu memahaminya dari lika-liku para sahabat dan keluarga rasul yang tercatat rapi dalam berjilid-jilid kitab sejarah.


“Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan berjuang, mengkaji dan berkhidmat kepada alim ulama dan mencerdaskan umat,” pungkas Kang Mun’im seraya melengkapinya dengan doa bagi kesuksesan dan kemakmuran Muslim dan bangsa Indonesia.

(SantriNoesantara/Hady