Kebangkitan NU di Teluk Bintuni Papua

Papua – Seperti dituturkan Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah As-Salafiyyah An-Nahdhah SP-1 Kamp. Waraitama Kab. Teluk Bintuni Papua Barat, KH. Imam Syafi’i, bahwa warga Muslim asli Papua sejak dulu itu Islamnya NU. Pengajian akbar dalam rangka Harlah NU, Ansor dan Fatayat ini perdana diadakan di Teluk Bintuni Papua Barat. Melihat antusiasme warga sekitar yang besar menghadiri pengajian ini merupakan gambaran NU di sini sedang bangkit.

Padahal menurut Ketua Cabang GP Ansor Teluk Bintuni, Ust. Abdillah, Ansor, Banser dan Fatayat baru didirikan setengah tahun yang silam. Berbeda dengan Kab. Sorong yang sudah 12an tahun berdiri, di Teluk Bintuni ini merupakan geliat baru semangat ke-NU-an kaum mudanya. “Alhamdulillah, ada beberapa warga asli Papua yang bergabung ke Banser. Diantaranya juga para santrinya Habib Mundzir,” tuturnya.

Diperkirakan yang hadir di Pengajian Akbar Harlah NU, Ansor dan Fatayat NU Teluk Bintuni, Rabu 1 Mei 2019, ini sejumlah 500 orang lebih. Mulai dari unsur pejabat, polisi, TNI, ketua ormas Islam, tokoh agama dan warga sekitar. Acara ini diinisiasi oleh para pengurus Ansor dan Banser Teluk Bintuni Papua. Hadir yang menjadi undangan untuk mengisi mauidzah hasanah doktor dan kiai muda NU asal Indramayu, DR. KH. Nasrulloh Afandi, Lc. MA.

Semangat Islam ala Nahdlatul Ulama di Teluk Bintuni ini menggambarkan kembalinya kebangkitan Nahdlatul Ulama. “Mudah-mudahan ke depannya bisa terus bersinergi dengan Pengurus Pusat PBNU, GP Ansor, Banser, Fatayat dan banom-banom NU lainnya,” tutur Gus Zaka Musyaffa’ atau As Syaffaa Ahzaa selaku Ketua Panitia.

Sedangkan panjang hutan Papua Barat saja 250 km. Masih tersedia luas kesempatan dakwah NU di Papua Barat. Adapun Kab. Teluk Bintuni memiliki 12 kecamatan. Sewaktu keberangkatan menuju Teluk Bintuni dari Manokwari saja memakan waktu seharian. Ditambah jalan yang berlumpur dan signal sulit ditemukan.

Rabu 1 Mei pkul 14:00 WIT perjalanan kami lanjutkan ke Manokwari lewat jalur darat, sekitar 8-12 jam. Sesampai di Bandara Manokwari berlajut ke Kab. Sorong Papua Barat dengan jalur udara. Di Kab. Sorong menurut penuturan Gus Zaka Musyaffa’, anggota Ansor dan Banser NU sebanyak 400 orang. “Semoga di Teluk Bintuni lebih banyak lagi yang ikut bergabung ke NU. Dan para pemuda-pemudinya bergabung ke Ansor, Banser dan Fatayat,” harap putra dari Kiai Imam Syafi’i itu.

Video perjalanan dakwah ke Papua bisa dilihat di Channel Kampung YouTube: https://m.youtube.com/channel/UC41ZHFnvtcdfIO-X8W3IDmw
Live video ceramah DR. KH. Nasrullah Affandi, Lc. MA. di Channel Syaroni As-Samfuriy: https://m.youtube.com/watch?v=62EN_vqacvE

Dikutip dari FB Gus Sya’roni Assyampuri