Jalsatuddu’ah Kota Depok, menghadiri Kajian Kitab Rohbaniyah La Rohbaniyah, bersama Habib Umar bin Hafidz

Forum Silaturrahim Dai Kota Depok dan sekitarnya (Jalsatuddu’ah) Kota Depok, Rabu subuh, 24 September lalu menghadiri Kajian Kitab Rohbaniyah La Rohbaniyah karya Abul Hasan An Nadawy al Hasany bersama al Habib Umar bin Hafidz Hadromaut Yaman di Ponpes Al Imdad Halim Jakarta Timur Pimpinan Habib Alwi bin Yahya.

Di antara ribuan jamaah yang hadir, tampak hadir dalam acara tersebut para anggota Jalsah Depok, di antaranya Ust Ahmad Sasi, Ust Sutrisno, Ust Amil Yazid, Ust Fadhillah, Ust Saipul, Ust Darul Qutni, Mardinsyah, M Jelbin, Yudha, dll.

Jalsatudduah Depok merupakan Forum silaturrahim Dai di bawah kordinasi Majelis al Muwasolah yang terbentuk pada 15 Oktober 2017 bersama wilayah wilayah lainya saat Al Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Indonesia dan melakukan pertemuan dengan 2000 dai di Aula Jakarta Islamic Center Jakarta Utara.

Seluruh dai yang hadir pada acara tersebut mendapat ijazah sanad dakwah oleh al Habib Umar bin Hafidz.

Dalam kajiannya di Al Imdad,
Habib Umar bin Hafidz menjelaskan tentang Dakwah Islam Syekh Jamaludin al Afghani al Husainiy. Yaitu bahwa Syekh Jamaluddin Al Afghani tidak marah ketika dihina raja bahwa dirinya lebih hina dari anjing.

Jawab syekh dengan penuh ketenangan dan tidak marah, “kalau tidak ada Islam, justru kami lebih hina dari anjing”…

Raja terdiam lalu bertanya : “Apa itu Islam?”

Syekh: “Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah taala dan membela Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam”.

Raja pun sadar dengan kesesatannya. Pengaruhnya pun bertambah luas karena taubatnya.

Dari kisah ini dapat dipetik hikmah pentingnya ketenangan dan kelemahlembutan dalam amar makruf nahy munkar.

Jika Syekh Jamaluddin Al Afghaniy marah karena dihina raja maka niscaya dia tidak mampu mempengaruhi raja.

Syekh Jamaluddin telah menerapkan akhlak Nabi shallallahu alaihi wasallam yaitu tenang dan lemah lembut.

Zaid bin Tsa’nah seorang Yahudi juga masuk Islam karena merasakan langsung kelemah lembutan dan ketenangan Nabi Shallallahu Alaihi wasallam.

Habib Umar juga menambahkan bahwa seorang pemberani adalah yang menguasai dirinya ketika marah. Tak heran jika Habib menasehati bahwa teman yang benar adalah yang teman yang tidak mudah marah.

Acara ditutup sekitar pukul 06.30 dengan makan nasi kebuli bersama.