LTM NU Bogor dan Indahnya Keberagaman Dakwah Pada Tasyakuran Di Perumahan Permata Nusa Indah Cileungsi

Tasyakuran Pembukaan Gerbang Blok H Perumahan Permata Nusa Indah, Sabtu ( 28 September 2019)

Bogor – Nahdliyin perantauan saat menetap dimanapun senantiasa berusaha untuk menghidupkan lingkungannya dengan berbagai kegiatan dan acara ala Islam Nusantara. Kegiatan yang dilakukan selain memiliki landasan filosofis, historis juga mengandung berbagai macam nilai- nilai keberkahan tanpa batas, hal tersebut sesuai dengan landasan paling dasar yaitu dari Al Qur’an dan Sunnah.

Tepatnya Sabtu malam Minggu, (28/9) Warga Perumahan Permata Nusa Indah mengadakan tasyakuran pembukaan gerbang Blok H, perumahan yang terletak di Jl. Bojong Klapanunggal, Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Sebagaimana kita ketahui, perumahan selain dihuni oleh kaum muslimin juga ada non muslim, tapi dalam meramaikan syiar Islam, warga selalu bersatu-padu dalam mendukung acara khas Nahdliyin yaitu Tasyakuran.

Ketua RT Bapak Tri dan Ketua RW 14 Bapak Faisal

Acara tasyakuran diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil oleh pengurus DKM Masjid Al Muhajirin, berlanjut sambutan dari RT 02 oleh Bapak Tri, dirinya menyampaikan terimakasih atas support dari seluruh warga perumahan permata Nusa indah, terutama kepada warga blok H yang telah membantu proses berjalannya acara.” Kita harus tetap mengutamakan silaturahim antar warga dan berusaha memakmurkan Masjid Al Muhajirin juga memperkuat persaudaraan antar umat beragama.” Lugasnya.

Pihak panitia mengundang Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid LTM NU Kabupaten Bogor, H Abdul Hadi Hasan, Lc. Menurutnya kegiatan positif seperti tasyakuran memang harus dihidupkan apalagi di lingkungan yang penuh keberagaman dan warna. ” Nahdliyin harus pandai merangkul semua pihak dengan mengaplikasikan semua nilai-nilai ajaran Islam Ramah yang sejak lama dipraktikan oleh para ulama Nusantara.” Ucap Kang Hadi yang juga aktif sebagai pengurus Aswaja Center NU Jawa Barat.

Dirinya melanjutkan, kegiatan tasyakuran berjalan dengan baik saat seluruh umat dapat memahami hakikat sejarah perjuangan Rasul Saw, keluarganya dan para sahabatnya. Tiga rangkaian itu tidak bisa dipisahkan, semua saling terikat. ” Mari fahami sejarah perjuangan Rasul, Keluarganya dan para sahabat Ra secara akurat dari Al Qur’an yang menyimpan banyak kisah terbaik, mereka semua sebenar-benarnya guru kita.” Kata Kang Hadi yang aktif sebagai Muharrik dakwah.

Allah SWT berfirman, ” Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan Berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum ( Kami mewahyukan ) nya adalah termasuk orang – orang yang belum mengetahui.” ( Q.S. Yusuf [12]:2-3).

Untuk melengkapi tafsiran dan mudah memahaminya dianjurkan pula mengkaji kitab para mufasir dan sejarah para Ulama. Jika ingin mengkaji karya Ulama NU, jelas bisa membuka Kitab Hadrotussyeikh KH Hasyim Asy’ari, Annurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin yang isinya sarat akan beragam formula bagi para pecinta Rasul Saw yang ingin meraih kesuksesan di Dunia dan Akhirat.” Papar Kang Hadi yang juga aktif sebagai Author Lembaga Ta’lif wa Nasyr LTN NU Jawa Barat.

Warga blok H Perumahan Permata Nusa Indah tengah khusu’ menghadiri acara tasyakuran┬á

Kang Hadi sepakat dengan apa yang dipaparkan oleh Bapak Tri terkait menguatkan tali persaudaraan antar warga baik sesama muslim ataupun dengan non muslim. ” Rasul Saw sejak awal sejarahnya telah membuktikan bagaimana Muhajirin diperintahkan pergi ke Ethopia, dimana rajanya beragama Nasrani. Sejarawan juga menyebut pembatalan mubahalah Nasrani Najran dengan Rasul dan Keluarganya, Hal itu mengajarkan betapa pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, perbedaan bisa disingkirkan saat tujuan utama dikedepankan seperti saat ini untuk menjaga keutuhan NKRI.” Tegas Kang Hadi yang biasa melakukan dakwah blusukan.

Banyak Pelajaran yang bisa diraih dari Siroh Nabawiyah, Keluarga Nabi dan Para Sahabat Ra. Tak kalah penting dari jejak sejarah Ulama Nusantara ” Kaji juga kiprah Ulama Nusantara, yang telah mendirikan negara ini dengan mempersembahkan segala yang dimilikinya dan bersatu dengan warga non muslim lainnya. Untuk mensyukuri sumbangsih mereka hendaknya kita terus melawan hoax, saling bertabayun jika menerima berita, kedepankan toleransi dan lawan berbagai gerakan radikal dan terorisme. Kita semua harus berkiprah hingga dapat masuk golongan kecil dari orang- orang yang senantiasa bersyukur.” Jelas Kang Hadi yang juga giat dalam gerakan literasi santri.

Ketua LTM NU Kabupaten Bogor, H Agus Riadi tengah menyampaikan doa penutup 

Acara dihadiri oleh seluruh elemen warga Permata Nusa Indah, turut hadir Ketua LTM NU Kabupaten Bogor, H Agus Riadi, Kiai Hasan Sadzili Citayam, Ketua RT. Blok H Bapak Tri, Ketua RW. 14 Bapak Faisal, Wakil DKM Masjid Al Muhajirin Ustadz Sanusi, Ust Abdullah, Bapak Aguk bojong, dll. Acara ditutup dengan ramah tamah, penampilan Hadroh Ali Ridho Darbuka Citayam dan doa penutup oleh H Agus Riadi.

( Golnaz/ Santri Noesantara)