Akhlak Luhur Habib Umar Assegaf, Tidak Sungkan Minta Doa kepada Ketua MUI Cianjur.

Belum lama ini terjadi suatu hal yang tidak biasa, tepatnya di Masjid Agung Kota Cianjur, pada malam pergantian tahun (31/12/18) senin malam, pengurus Jamiyyah Qurro’ wal Huffadz (JQH)  PCNU Cianjur, mengadakan acara Muhasabah akhir tahun.

Hadir para tokoh masyarakat Cianjur, Alim ulama dari berbagai pondok pesantren dan masyarakat sekitar, memenuhi Masjid Agung yang megah tersebut.

Ketua MUI Cianjur dan Habib Umar Majalaya

Kejadian yang tidak biasanya, ketika acara sedang berlangsung pembacaan riwayat maulid Nabi SAW, datanglah ketua MUI Cianjur dan langsung disambut oleh Habib Umar Assegaf, saat itu di hadapan ribuan jamaah yang hadir, terlihat hal yang tidak biasa, Habib Umar minta di doakan oleh ketua MUI Cianjur.

Terlihat suasana yang sangat khidmat, penuh dengan rasa ukhuwah, saling menghargai satu sama lain. Pertemuan yang sangat langka ini, membuat para hadirin terperanjat dengan sikap dan akhlak Habib Umar Majalaya ini. Sungguh pribadi yang luhur sekali seorang Habaib Dzuriyat Ahlulbait Rasul meminta doa kepada Ahwal ( Kalangan non Habib).

Habib Umar bin Husein Assegaf, biasa di panggil Habib Umar Majalaya, karena beliau berasal dari Majalaya kabupaten Bandung dan memusatkan kegiatan dakwahnya disana.

Habib satu ini berbeda dengan habaib lain, beliau sejak remaja bergaul dan belajar di lingkungan pelosok kampung-kampung, yang awalnya pernah nyantri di Pesantren Kiai Muallim Nasri Citayam, Bogor. Habib juga bergaul dengan Masyarakat kampung cukup lama, dan kepandaian bergaulnya membentuk karakter menjadi Habib yang ramah, cinta tanah air, damai dan sejuk dalam menyampaikan ceramahnya, merangkul dan menjunjung sikap toleransi dalam perbedaan.

Yang pada akhirnya beliau melanjutkan studi belajar di Pesantren Atsaqofah di Bukit Duri, Tebet Jakarta, yang langsung di bawah arahan Sayyidil walid al Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qodir Assegaf, seorang waliyullah pada zamannya.

Dari sinilah beliau belajar banyak ilmu dan pengalaman yang luar langsung dari almarhum Sayyidil Walid. Dan berinteraksi dengan para asatid Habaib yang kompeten di berbagai bidang keilmuan.

Tak ketinggalan pula, habib Umar Majalaya pernah berguru belajar langsung dengan Almarhum Al Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas, di Cililitan Jakarta, seorang Ulama besar yang berjuang bersama-sama dengan para Alim Ulama Jakarta dan sekitarnya seperti almarhum KH Idham Khalid, almarhum KH Abdullah Faqih ponpes Langitan.

Pendiri Pondok Pesantren Al Masyhad Cijurai Sukabumi, yang pada tahun 70-an pernah berdiri dan berhasil mencetak para dai alim ulama yang saat ini alumninya tersebar seantre negeri nusantara dan menjadi para pendakwah besar dan memiliki pondok-pondok pesantren.

Keluasan samudera Ilmu yang ada dalam diri Habib Hamid Alatas, dalam Siyasah ilmu Politik dan Strategi Dakwah beliau dapatkan langsung.

Akhlak luhur habib Umar

Itulah sekelumit kisah perjalanan Habib Umar bin Husein Assegaf, Kemantapan Ilmu dan Akhlaknya bisa terlihat saat ini di tengah masyarakat karena berkat keberkahan Ilmu Guru-guru beliau yang luhur dan tinggi akhlaknya.