Haul Gus Dur ke-9: Habib Abubakar bin Hasan Alattas Az Zabidi, KH Maimun Zubair dan tokoh-tokoh Nasional akan hadir

 


Jakarta ( Santri Noesantara) – Ulama besar, Al-Habib Abubakar bin Hasan Alatas Az-Zabidi, KH Maimun Zubair, dan para tokoh lain tanah air rencananya akan menghadiri Haul Gus Dur yang ke-9 di Ciganjur pada Jumat Malam 21 Desember 2018.

Dalam beberapa kesempatan, Habib Abubakar mengatakan, “Majelis yang berkah ditandai dengan kuatnya keinginan jama’ah untuk selalu hadir dan mendapatkan ilmu. Zaman sekarang ini semakin parah permasalahannya, butuh ulama yang bukan hanya mampu berkhutbah jum’at atau ceramah, namun zaman sekarang butuh ulama yang mampu membuat tenang umat, butuh ulama yang mampu membedakan dan mengamalkan hal yang halal, makruh, syubhat dan haram.“

Dirangkum dari sejumlah sumber, Habib Abu Bakar berteman baik dengan mantan Presiden Indonesia, Gus Dur. Semenjak keduanya pernah sama-sama belajar di Baghdad Irak, Jarak dan rasa sungkan sudah lama putus di antara keduanya.

Ketika almarhum Gus Dur diangkat menjadi Presiden Indonesia, Al-Habib Abubakar bin Hasan Alatas Az-Zabidi termasuk orang pertama yang almarhum telpon.

Pengajian Habib Abubakar merupakan pengajian yang fenomenal. Sosok Habib Abubakar yang telah puluhan tahun lebih berdakwah dari satu kota ke kota lain hampir di seluruh wilayah Indonesia, selalu dirindukan oleh para jama’ah.

Setelah menuntut ilmu di Timur Tengah, Habib Abubakar memulai dakwah di daerah yang keras dan penuh tantangan, yaitu Papua. Tidak sedikit ujian, tantangan, dan ancaman yang diterimanya. Lima tahun di Papua, ia pindah ke Ternate. Setelah sekitar lima atau enam tahun, ia melanjutkan dakwah ke Ambon, Morotai, lalu pindah ke Makassar, kemudian menyeberang ke Kalimantan, Banjar.

Habib Abubakar menghabiskan masa mudanya keliling dunia untuk menuntut ilmu dari ulama-ulama besar kaliber internasional, mulai Mekkah, Madinah, Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, india, Hadramaut Yaman, Maghribi (Maroko) dan banyak daerah lainnya.

Haol Gus Dur yang setiap tahun dilaksanakan biasanya dihadiri tokoh-tokoh Nasional, dari mulai presiden Jokowi jajaran mentri kabinet sampai para pencinta Gus Dur dari berbagai kalangan profesi, Gusdurian komunitas yang sudah tersebar di beberapa kota Indonesia menjadi wadah bagi banyak orang dari berbagai kalangan.

( Santri Noesantara/Hakim Hasan).