Harokah LTM NU Bogor, Tentukan Arah Kiblat Dan Sinergi Dengan Tokoh Ciampea


Bogor ( Santri Noesantara) – Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama, LTM NU Kabupaten Bogor, H. Agus Riadi melakukan blusukan bersama dengan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama MWC NU Ciampea, KH. Taryani, dan Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah RMI Kab. Bogor, KH. Kabain.

Para tokoh Ciampea dan Ketua LTM NU Bogor Menentukan Arah Kiblat

Aktifitas sinergi yang dilakukan demi memantau kegiatan nahdliyin dan menjalin kerjasama dengan pejabat KUA Kec. Ciampea, Ust. Hermansyah (penais) serta tokoh masyarakat Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama juga ada kegiatan mengukur dan menentukan arah Kiblat di lokasi wakaf yang ke depannya akan didirikan Masjid Setia Bhakti. H. Mamat Sudrajat bertugas sebagai penentu arah kiblatnya.

Adapun, tanah yang diukur arah kiblatnya merupakan wakaf dari keluarga H. Sumarno, sesepuh setempat. Luas tanahnya sekitar 1000 meter persegi.

Indahnya tarik benang batas-batas dan arah kiblat dengan bantuan alat Kompas yang presisi milik KUA Ciampea dan pengetahuannya diperoleh dari hasil Penataran oleh Kemenag Wilayah Jawa Barat. Untuk wilayah Bogor, arah kiblat di posisi 295 derajat.

Semua hadirin cukup puas. Arah kiblat yang benar juga turut mengeliminir keengganan masyarakat untuk sholat berjamaah di masjid. Demikian, berdasarkan pengalaman H. Sumarno, selaku sesepuh di sana.

Ketua LTM NU Kab. Bogor, H. Agus berpesan semoga Masjid nya segera dibangun. ” Gak apa – apa bertahap dulu, sesuai kemampuan yang ada, niat sudah dicatat Malaikat dan yakin Harokah ini akan memberikan keberkahan Dunia Akhirat.” Ucap Haji Agus yang berdarah asli Cirebon.

Rupanya, H. Sumarno juga telah menyiapkan tanah yang luasnya sekitar 3000 meter persegi dan berbatasan dengan lokasi masjid, hal itu dipersiapkan untuk pendirian pondok pesantren.

Pertemuan para pecinta NU siang itu diakhiri dengan syukura, ramah tamah dan makan siang bersama.

Makmurkan Rumah Nya
Makmurkan Bumi Nya.

(Santri Noesantara/Murtadha)