Haol Gus Dur ke-9, Kiai Maimun Zubair membongkar rahasia NU

Ciganjur Jakarta (21/12/18), Desember 2018 adalah bulan Gus Dur, bertepatan dengan Haol yang ke-9, semenjak pagi sudah dimulai dengan rangkaian acara Doa Istighosah dan Semaan Al Quran Di Masjid Al Munawwarah samping kediaman Almarhum KH Abdurrahman Wahid. Ratusan santri dan Asatidz dari berbagai wilayah Pondok-pondok Pesantren berkumpul untuk menghatamkan Al Quran.

Acara Inti dimulai setelah Shalat Isya, tampak ribuan orang memadati komplek Pondok Pesantren Ciganjur, yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, terlihat keamanan cukup ketat, lalu lalang tampak jelas dari seragam menunjukkan identitas Paspampres turut mengatur acara, masyarakat yang datang dari berbagai latar belakang, mereka para pencinta dan simpatisan Gua Dur atau biasa disebut para Gusdurian.

Ada yang menarik pada haol tahun ini, para tamu undangan yang terlihat naik di atas panggung, seperti Mbah KH Maimun Zubair, Habib Abubakar bin Hasan Alattas Az Zabdi, Kyai Nazaruddin Umar, Mahfud MD, Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama, sederet tokoh Nasional dan Alim Ulama, yang merupakan kawan-kawan seperjuangan Gus Dur.

Diawali dengan Dzikir tahlil lalu sambutan Alissya Wahid, dan Tausyiah dari Mbah KH Maimun Zaubair, Tahun 1928 akan diadakan Muktamar di Jawa Tengah, saya ceritakan, dari Surabaya ke Semarang Jawa Tengah Mbah Kiai Hasyim, Mbah Kiai Wahab Mbah Kiai Bisyri menuju semarang lalu singgah di Buyut saya namanya Kiai Suaeb

Alhamdulillah Kiai tiga tadi merundingkan atas kembalinya Kiai Muhaimin menjadi orang Jombang yang akhirnya kawin oleh Nyai Khairiyah

Dan Alhamdulillah Kiai yang tiga itu meludahi gelas yang ada airnya kemudian diminum oleh ibu saya dan tidak lama melahirkan saya, tawa para hadirin dibarengi dengan tepuk tangan kepada mbah Kiai Maimun Zubair.
Oleh sebab itu diri saya ini tidak bisa dipisahkan NU-nya tukas Mbah Maimun.

Nasihat dan tausyiah beliau tampak sesekali membuat para hadirin tertawa dan cukup berisi ceramah beliau, penuh dengan hikmah keilmuan yang mendalam. 

Dalam sambutan mba Alissa Wahid mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Gus Dur semata-mata untuk Kemanusiaan.