Hanif Dakhiri: 4 Kategori warga NU: Pendidikan Kader Ahlussunnah wal Jamaah.

Kota Depok (29/12/18) sabtu pagi, warga NU kota Depok berkumpul di Masjid Pondok Pesantren Al Hamidiyah, sesuai surat edaran yg tersebar undangan kepada segenap jajaran pengurus ranting sampai majlis wikayah cabang dari 11 kecamatan se kota Depok untuk bersama-sama hadir dalam acara Pendidikan kader Ahlussunnah wal Jamaah yang diadakan oleh PCNU kota Depok. Menghadirkan KH Marzuki Mustamar ketua PWNU Jawa Timur. 

NU besar tapi banyak yang ga percaya dengan kebesarannya. Warga Nahdlatul Ulama masih kurang Pede dengan besarnya kekuatan NU, sambutan pak Menteri Hanif Dakhiri. 

Embrio terbentuknya Nahdlatul Ulama ialah dari  wali songo, yang menyebarkan Islam dengan ramah, merangkul dan damai, menghargai perbedaan dan rukun. 

Kader Nahdlatul Ulama harus tampil sebagai agen pemersatu umat di masyarakat bukan malah ikut arus. 

Dalam sambutan pada acara Pendidikan Kader Ahlussunnah wal Jemaah, yang diadakan oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama kota Depok, yang bertempat di Pondok Pesantren Al Hamidiyah, pak menteri gaul ini juga menjelaskan kriteria macam warga Nahdlatul Ulama. 

kategori warga NU

  1. NU  jazm alamat sukun : diam
  2. NU  jar alamat kasroh : pecah
  3. NU  nasob alamat fathah : terbuka-inklusif tidak ekslusif, berarti bagian ditentukan oleh orang lain termasuk dalam politik
  4. NU  rafa alamat dommah: kumpul, bersatu spt orang shalat berjamaah, harus solid satu komando.

Turut hadir jajaran PCNU kota Depok, Lembaga, Babon dan para pimpinan pondok pesantren yang berada di wilayah kota Depok. 

(Alwi Sahlan)