Hakikat Kekuatan Cinta & Mahabbah Menurut Habib Lutfi bin Yahya

Maulana Habib Luthfi bin Yahya tengah menyampaikan ceramah Maulid Nabi Muhammad saw di Citra Indah City, Kab. Bogor

Bogor ( Santri Noesantara )- Kesabaran mempunyai ruh, ruhnya sabar adalah Mahabbah, karena cinta kepada baginda Nabi Saw, ruhnya syukur tidak lain Mahabbah kepada baginda Nabi Saw. Contoh mudahnya kalau kita bersyukur kepada Allah Swt  disertai Mahabbah, maka pengalaman syukur tersebut pasti  berbeda dengan orang yang hanya bersyukur tanpa disertai Mahabbah.

Maaf saja kalau ada seseorang sedang dimabuk cinta, manusia normal ingin dibuai, disayang,  dan disanjung oleh lawan jenisnya. Terkadang diapun mengharap pemberian berupa hadiah, dimana hadiah tersebut dijadikan sebagai tanda cintanya. Hadiah yang diberikan misalnya berupa sebuah cincin imitasi yang  batunya pun tidak asli, dipasar harganya sangat murah, tapi nilai Mahabbah nya itu menjadikannya semakin berharga, walaupun itu bentuknya imitasi tapi akan disimpan dan dijaga dengan baik, bahkan kalau hilang atau keselempit di tempat lain, pasti dia akan mencarinya dengan penuh emosional. Karena apa?, ya karena keberadaan Mahabbahitu tadi

Kita menyampaikan rasa terima kasih kepada Baginda Nabi Muhammad saw, terima kasih kita kepadanya tentu harus disertai dengan rasa Mahabbah, sebagaimana kita mencintai Allah swt juga didukung oleh Mahabbah, sabar, dan syukur yang dilengkapi dengan Mahabbah.

Saat kita makan, terkadang kita  mensyukuri kenikmatan itu dengan mengucapkan Alhamdulillah,  Yaa kita masih bisa makan dan itu hal biasa. Tapi, kalau  rasa syukurnya dilengkapi dengan Mahabbah walaupun makanan yang kita hanya berupa nasi tanpa lauk pauk hati tetap senang. Karena apa?, Ya karena keberadaan Mahabbah kepada yang Maha memberi rizqi, jadi segalanya akan diterima dengan lapang dada dan rasa senang, itulah  Mahabbah, kuncinya Mahabbah disitu!.

Contoh kecil saat kita disuguhi sambal yang cukup pedas, jelas itu tidak enak! tapi rasanya akan menjadi berbeda ketika sambal itu dibuat oleh seseorang yang kita cintai, walau sambal rasanya pedas tapi sangat nikmat. Karena apa?, karena rasa pedasnya terkalahkan oleh cinta kita kepada si pembuat sambal.

masa kita kalah dengan orang yang bangga dengan sipemberi cincin imitasi, sedangkan yang Maha Memberi Cinta dan Maha Pemberi rizqi memiliki sifat Hayyun daaimun baqiyun laa yamut, yang kami cintai itu tidak kenal mati, sedangkan selainnya kenal mati, fana. Itu hebatnya Mahabbah.  Kekuatan cinta yang telah Allah swt anugerahkan kepada kita harus diaplikasikan dengan Mahabbah kepada Rasul saw, dan pada tataran selanjutnya diiringi pengenalan terhadap orang-orang yang dicintai Baginda Rasul saw lalu kita mencintainya dengan penuh Mahabbah dan syukur.

bersambung…………

Ceramah ini disampaikan oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya saat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw di Shoping Street Center Citra Indah City, Cileungsi Kab. Bogor Jawa Barat.

( Santri Noesantara/ Haedar)