Habib Umar Majalaya, Bisakah Ulama dan Nahdliyyin Pertahankan Indonesia

Habib Umar bin Husein Assegaff tengah menyampaikan Mauidzoh Hasanahnya di Masjid Atta’awun Puncak Bogor

Bogor ( Santri Noesantara) – Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri, tetap eksis dan kokoh berkat adanya Nahdlatul Ulama. Sejarawan dan Para tokoh Negeri menyatakan bahwa Ulama NU dan para santri tidak hanya mencipta asas Negeri ini dengan penuh keuletan tapi juga mempertahankannya dengan penuh cinta dan keikhlasan.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Ketua LDNU Jawa Barat, Habib Umar bin Husein Assegaff dalam ceramahnya di acara Istigotsah Kubro yang berlangsung di Masjid Atta’awun Puncak, Kab. Bogor Jawa Barat, Kamis(9/1).

” Para tokoh NU yang dimotori oleh Hadrotussyeikh KH Hasyim Asy’ari senantiasa menyampaikan dakwahnya dengan metode terbaik, metode yang bersumber dari nilai-nilai yang diaplikasikan secara sempurna oleh Rasul Saw dan terbukti keunggulannya hingga Kiamat.” Kata Habib yang biasa dikenal dengan sebutan Habib Umar Majalaya.

Habib Umar Majalaya melanjutkan bahwa retorika dan metodologi dakwah Ulama NU menyimpan banyak hikmah dan keindahan. ” Metode dakwah yang diajarkan dan dipraktikan oleh Para Ulama NU berisi banyak hikmah dan keindahan serta seni, tak heran Ulama NU begitu fleksibel. mereka tidak pernah memisahkan dirinya dari kancah nasional dan internasional demi mencipta keindahan dan kedamaian.” Tegas Habib yang darah sundanya berasal dari Empang Bogor.

Pada kesempatan yang sama, Habib menjelaskan bahwa keberlangsungan Negeri yang damai, kuat dan maju tergantung dengan wujud Para Masyayeikh yang bertakwa dan kaum Ibu yang setia melahirkan generasi terbaik. ” Para Masyayeikh tidak hanya mendidik, tapi juga mendoakan agar keberkahan melingkupi semua hal, sama seperti kaum ibu ( Muslimat NU ) yang memiliki peranan signifikan dalam melahirkan generasi bangsa terbaik.” Papar Habib yang pernah berkhidmat dan berguru kepada A’wan NU, Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas.

Ceramah Habib Umar bin Husein Assegaff di Masjid Atta’awun Puncak Bogor

Dalam penutup ceramahnya Habib Umar berpesan agar hadirin tunduk patuh, berjalan sami’na wa atha’na dibawah arahan dan bimbingan Ulama Nahdliyin, ” Kita dan Ulama merupakan bagian dari pendiri NKRI, tidak mungkin kita menghancurkannya. Kita harus menjaga semua kenikmatan ini, berkhidmat secara total dengan pikiran, usaha dan harta, mari selamatkan dan Jaga Indonesia.” Lugas Habib yang pernah nyantri pada Ajengan Emet Bandung dan Habib Abdurahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri.

Acara Istigotsah Kubro yang dihadiri ribuan Nahdliyin Bogor dan Cianjur tersebut hadir pula para Habaib dan Kiai, diantaranya Habib Hasan bin Ahmad Syahab, Habib Abdurahman bin Abu Bakar bin Syahab, Habib Noval bin Kamal Alaydrus, KH. Chairul Anam, KH Qulyubi Cianjur, KH. Abdul Qodir Razy, KH. Nawawi, KH. Abdullah Nawawi, Kiai Hasan Sadzili Citayam, KH. Ahmad Kosasih dan Para tokoh Muslimat NU, Tokoh Banser, Tokoh perwakilan Pergunu Kota Depok, juga Sesepuh Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Jawa Barat.

( Santri Noesantara/Hady)