Habib Mahdi Hamid Alattas, ajak masyarakat jaga keimanan dalam bingkai Persatuan

Depok (4/1/19) Masjid Jami Al Husna yang bertempat di kp Areman Cimanggis Kota Depok, Jumat malam mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, salah satu agenda tahunan Masjid dan kegiatan syaiar di lingkungan.

Usai shalat Isya, acara dimulai dengan pembacaan dzikir tahlil dan dilanjutkan dengan pembacaan riwayat Maulid Nabi Muhammad SAW, oleh tim hadroh remaja masjid tersebut.

Salah satu penceramah acara tersebut ialah Al Habib Mahdi bin Hamid bin Alwi bin Hud Alattas. MA, seorang da’i asal Jakarta, yang juga rutin mengisi pengajian mingguan di Masjid Al Husna, beliau adalah Mubaligh yang mencerahkan, mengajak persatuan dan menjunjung tinggi kemaslahatan, dalam setiap ceramahnya disampaikan dengan penuh kedamaian, menghargai perbedaan dan selalu dalam konteks Al Quran dan Sunnah Nabi SAW

Jawara Jamaah Masjid Al Husna

Rasul selalu sedih, kalau melihat umatnya menderita, Rasul dalam kehidupannya selalu yang dipikirkan adalah ummatnya, bahkan didalam ayat Al Quran, Allah menegur Rasul SAW, jangan sampai engkau menderita karena memikirkan ummat.

Dalam salah satu riwayat, pernah Nabi SAW sedang duduk di pelataran masjid kemudian ada jenazah lewat, Nabi SAW menangis melihat Jenazah tersebut, lalu para sahabat kaget dan berkata kepada Nabi SAW, “wahai Rasulullah SAW, itu bukan bagian dari umatmu dan bukan pengikutmu, jenazah itu adalah orang Yahudi”. Kemudian Nabi SAW menangis sedih dan berkata, ” iya aku tahu, aku betul-betul merasa sakit kalau ada satu hamba Allah yang belum aku selamatkan”. Ujar Habib Mahdi dalam Tausyiahnya.

Inilah para hadiri sekalian, akhlak Nabi SAW, kalau melihat umatnya disakiti beliau sangat sedih, jadi jangan sampai kita mengejek, menghina, memojokkan seseorang, bahkan sampai mencaci maki dan lebih dari itu mengkafirkan, kepada seseorang, maka itu sama saja membuat Nabi SAW sedih. Apabila ada orang lain yang menderita karena disakiti oleh orang lain.

حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ

Nabi SAW dalam setiap umurnya setiap harinya selalu ingin menyelamatkan umat manusia, selalu dakwahnya ingin mengajar orang ke Surga, bukan sebaliknya memvonis orang ke neraka.

Keimanan yang di ikat dengan persatuan sangat penting, betul-betul berharga bagi kaum muslinim, jangan sampai kita mau dipecah belah, harus pertahankan ukhuwah, jangan mau kita diaja untuk saling mencaci maki seseorang.

وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ
“tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat”.
Jangan-jangan turunya banyak musibah, adzab dan bencana karena ulah kita yang beriman tetapi tidak menjunjung tinggi persatuan, kita saling memojokkan, mencaci maki maupun saling memfitnah satu sama lain.

Hadir dalam peringatan Maulid tersebut para Asatidz alim ulama setempat, juga ketua Maarif PCNU Kota Depok, Ustadz Nurhasan. MM, Ustadz Fauzan Riyadi, Ustadz Ki Kelana, yang bersama-sama mensukseskan syiar dilingkungan masjid Al Husna.