Habib Mahdi bin Hamid Alatas, “Cintai Nabi, Ikuti Ulama Penebar Persatuan, Negeri Damai”

Bogor (Santri Noesantara)- Kehadiran kita di Masjid yang mulia ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.  Semoga kehadiran ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan barokah dari Allah swt. kita hadir berkat adanya taufik dan hidayah- Nya dan mudah-mudahan ini bisa menjadi saksi bahwa kita termasuk pecinta Rasul saw.

Hal itu disampaikan Habib Mahdi bin Hamid bin Alwi bin Hud Alatas dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw yang diselenggarakan di Masjid Jami Annaja ( Masjid Sendok) Citayam, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede, Kab. Bogor JawaBarat, Rabu (12/12).

Habib Mahdi bin Hamid tengah menyampaikan ceramahnya

“ Mengikuti acara seperti ini tiada lain mengandung peringatan dan hikmah untuk diri kita semua, sejauh mana sih cinta kita kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad saw.” Ucap Habib Mahdi yang merupakan putra ketiga dari Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas Cililitan.

Habib Mahdi menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw merupakan Makhluk paling mulia dan paling utama,  Maka kecintaan kepadanya itu sebuah prioritas cinta yang harus selalu ada dalam diri kita.

“Kecintaan kepada Nabi saw harus dibarengi dengan ketaatan dalam mengikuti ajarannya, Karena Rasul merupakan rahmat yang dihadiahkan kepada umat, kepada kita.” Tegas Habib Mahdi yang biasa dakwah blusukan ke berbagai daerah ini.

Al Quran menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar yang memberikan petunjuk, Habib Mahdi menyatakan bahwa semua melakukan sholat dan berharap mendapat petunjuk agar berjalan di Sirotol Mustaqim.

Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Annaja Citayam Bogor

“ Jalan yang lurus itu tentunya tiada lain hanya dapat digapai dengan usaha disertai menguatkan kecintaan kita kepada Nabi saw, dengan cintanya kita akan stabil dalam berjalan di jalur yang telah di tetapkan oleh Allah swt.”Lugas Habib yang hobi membaca buku dan berdiskusi dengan berbagai kalangan Habaib dan Kiai.

Pada kesempatan yang sama Habib Mahdi menekankan bahwa Mimbar Maulid merupakan mimbar yang sakral,mimbar yang hanya ditujukan untuk menyampaikan tema perjuangan dan akhlak mulia Nabi saw, “ Ini mimbar Nabi, sampaikan dan kajilah kemuliaannya jangan diisi dengan hal – hal lain yang justru menjauhkan kita dari pesan damai dan ramah yang pernah diajarkannya.” Kata Habib yang murah senyum ini.

Ribuan Hadirin Maulid dari Jabodetabek Padati Masjid dan Jalan Sekitar Kampung Citayam

Kecintaan kepada Nabi Muhammad saw pada  saat ini harus dibarengi  dengan kecintaan kepada penerusnya, pewarisnya, Menguatkan cinta diantaranya juga dengan duduk bersama Ulama yang menebar kedamaian agar Negeri aman sentosa dan dijauhkan dari adzab.

Dalam penutup ceramahnya Habib menegaskan kepada hadirin untuk tetap menjaga kedamaian dan ketentraman di Negeri ini, “ Jangan kita mudah terprovokasi, ikuti Ulama yang ikhlas berjuang demi Agama dan kemakmuran umat, jangan ikuti Ulama yang su’ yang hanya memecah belah persatuan dan tunduk pada hawa nafsu serta dunia.” Tegasnya Habib yang begitu cinta pada Almarhum Gusdur.

(Santri Noesantara/Hady)