Habib Luthfi bin Yahya tegaskan, bangga pada warisan Bangsa dan jangan jadi penghianat

DEPOK – Rais Aam JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah), Maulana Habib Luthfi bin Yahya menceritakan nama-nama ulama dan auliya serta kebanggaannya yang teramat besar kepada Indonesia lantaran Nusantara kaya akan Aulia (para wali Allah). “Jika disebutkan satupersatu dari timur ke barat, Indonesia kaya dengan Auliyaillah (para wali Allah) mestinya kita bersyukur, tinggal kita mau mempelajari atau tidak?” demikian ucap Habib Luthfi dalam acara Tabligh Akbar dan Istighatsah di Masjid Baitul Kamal Balai Kota Depok (7/3/19).

Dalam tausiyahnya Habib Luthfi menegaskan bahwa bangsa yang semakin dewasa dan maju tidak mungkin melupakan sejarah. “Bila bangsa melupakan sejarah maka akan kehilangan jati dirinya. Akibatnya menjadi bangsa yang mudah digoyah,” lugas Ulama asal Pekalongan yang berpendapat bahwa NKRI sudah syariah.

Beliau juga mengajak masyarakat Kota Depok untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menunjukkan bukti syukur kepada Allah dan para pendiri bangsa.

Suasana masjid Baitul Kamal kota Depok

Habib Luthfi mengatakan bahwa Indonesia adalah amanat dari Allah, maka dari sini muncul hubbul wathan minal iman. Beliau juga menegaskan bahwa Indonesia adalah peninggalan ulama dan auliya serta para pejuang dan pendiri bangsa.

“Maka menjaga, merawat dan mengisi kemerdekaan itu bagian dari syukur dan terima kasih kita,” ujar tokoh yang tercatat dalam urutan ke-37 daftar 500 muslim paling berpengaruh di dunia edisi yang dirilis Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Jordania

“Indonesia adalah amanat yang luar biasa jangan sampai bangsa ini dibenturkan, akhirnya membuat peluang kepada oknum yang tidak suka Indonesia utuh dan bersatu,” pungkas beliau sambil mengenakan sorban dan selendang berwarna merah putih.

Acara yang mengambil tema Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Tegaknya NKRI Untuk Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dihadiri ulama dan umara Kota Depok serta jajaran TNI Polri serta Nahdlatul Ulama juga Banom NU seperti JATMAN, Muslimat NU, GP Ansor dan Banser NU (sumber: Jatman)