Duet Dakwah Blusukan Rois Syuriah PWNU Jabar dan Habib Umar Assegaff Majalaya di Sukabumi Selatan

Sukabumi – Nahdliyin Ciasih, Pabuaran, Kabupaten Sukabumi dengan penuh semangat berbondong-bondong menghadiri acara Tabligh Akbar dan Peringatan Haul ke 5 Almarhum H. Tajudin bin H. Abdilah.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (2/3) malam itu diwarnai dengan gerimis hujan, udara lingkungan pegunungan Sukabumi Selatan pun berubah semakin dingin.

Tapi Kedatangan para Alim Ulama dan Habib NU yang militan menyulap suasana menjadi hangat, panitia Tablig Akbar menghadirkan Rois Syuriah PWNU Jawa Barat, KH. Nuh Addawami, Wakil Ketua Lembaga Dakwah LDNU Jabar, Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya, Rois Syuriah PCNU Kab. Sukabumi, KH. M. Mudrikah Hanafi.

KH. Nuh Addawami dalam ceramahnya memaparkan sejarah perjuangan para Alim Ulama Nusantara dalam mendirikan NKRI dan menyelamatkan bangsa Indonesia. Ceramah yang berisi kajian Sejarah itu disampaikan secara detail dan sistematis hingga mengundang decak kagum para hadirin.

Dirinya melanjutkan bahwa siapa saja yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, maka harus Berusaha dan selalu siap menerima keberagaman Rahmat Allah swt.
” Rahmat sangat banyak, diantara dapat difahami dengan mengkaji Al Qur’an dan Hadis Rasul. Setiap orang tentu akan memahaminya dengan hasil berbeda tapi lebih penting dari itu raihlah keindahan Rahmat dan rahasia Al Qur’an dengan terus mendekati dan mencintai serta mengikuti Alim Ulama.” Kata Kiai asal Cisurupan Garut.

Wakil ketua LDNU Jawa Barat, Habib Umar Assegaff Majalaya tengah menyampaikan ceramah

Sementara Habib Umar Majalaya mengawali dakwahnya dengan mengucapkan syukur kepada Allah Swt dan berterima kasih kepada Shohibul Haul H. Yaman, berkat wasilahnya Habib dapat menuntut ilmu kepada Rois Syuriah PWNU Jabar, Habib juga memuji Kiai Nuh Addawami diusianya yang tidak muda lagi namun selalu berjuang di berbagai Medan dan berada dibarisan terdepan.

” Kiai Nuh merupakan pimpinan saya, guru saya dan orang tua Habib. Apa yang dipaparkannya terkait Nahdlatul Ulama sangat jelas dan gamblang, sesuai fakta historis serta mantiqi. Kita sebagai muridnya harus merekam jejak perjuangannya, memahami ucapannya dan menyampaikan serta menyebarluaskan nasihatnya kepada yang lain.” Ucap Habib pendiri Pesantren Atsaqofah Al Islamiyah Majalaya.

Habib melanjutkan dakwahnya bahwa peringatan Haul merupakan sebuah usaha penguatan hubungan personal, Jam’iyyah kepada Allah dan Rasul Saw dengan arahan para Alim Ulama Nahdliyin. Seluruh elemen masyarakat secara kolektif dapat menikmati keberkahannya.

” Haul mengikat hubungan silaturahim antara sesama kaum muslimin yang hidup karena seorang yang mendatanginya dianggap berempati dan menghargai keluarga Sohibul haul. sementara haul kepada individu yang memiliki kemuliaan seperti kepada Ulama dan para Wali tiada lain untuk bertabaruk karena kedudukannya begitu istimewa di sisi Allah Swt .” Lugas Habib yang pernah berguru kepada Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas.

Duet Dakwah Blusukan antara Rois Syuriah PWNU Jawa Barat dan Habib Umar Assegaff Majalaya berakhir pada Ahad pukul 01.30 dinihari. Sebelum  Kiai Nuh beranjak ke Garut, dirinya sempat pamit kepada Habib Umar Majalaya dan keduanya saling bertekad untuk terus berdakwah serta mendoakan demi keselamatan bangsa.


( Santri Noesantara/ Hady)