Dakwah Merangkul Bukan Memukul, Mengedukasi Bukan Mengkontaminasi.

Jakarta ( Santri Noesantara) – Pergunudepok sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, terutama di tahun politik ini. Umat berada di antara meja hidangan, suara umat menjadi rebutan, bahkan di tengah lautan fitnah dan hoax terapung- apung meraba-raba mencari mercusuar pencerah.

Hal itu diungkap oleh anggota Departemen Pengkaderan persatuan guru Nahdlatul Ulama Pergunu Kota Depok, Ustadz Alwi Sahlan yang tengah menghadiri acara launching buku khutbah.

Sarasehan DKM Masjid dan Launching BUKU KHUTBAH JUMAT KONTEMPORER
(Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin). Minggu, 13 Januari 2019, acara berlangsung dari pukul 08.30-12.00 WIB di Aula 34 Masjid Istiqlal Jakarta.

Narasumber yang hadir adalah Dr. Gungun Heryanto, M.Si, Dr. KH Zamakhsyari Abdul Majid LC, MA, Dr. Hamid Nasuhi, MA, Dr. Muhammad Zein M.A, Dr. Iding Rosyidin, M.Si.

Pemateri Dr. Iding Rosyidin mengutip pendapat Syeikh Muhammad Abduh al islamu mahjubun bil muslimin, Islam itu tertutup oleh perilaku para penganutnya. Juga mengutip pendapat Gusmus, al islamu mardudun bil muslimin.

Klo dahulu kejumudan karena kekeliruan pemahaman terhadap teks, maka sekarang juga sama seperti tathorruf ekstremisme, irhabi terorisme karena kekeliruan pemahaman terhadap teks. Karena itu islam yang bermakna damai toleran dsb menjadi mahjubun/tertutup.

Maka kita perlu reaktualisasi nilai-nilai islam terutama yang termasuk dalam gerakan kontemporer. Bukan hanya pemanis kata, tapi juga implementasi seperti dicontohkan oleh Rasul dan Sahabat pada masa Madinah. 

Yang menarik piagam madinah adalah piagam koeksistensi damai dengan berbagai kesepakatan. Dengan kompensasi semua warga apapun agamanya sama-sama dilindungi oleh Negara. Oleh pakar barat disebutkan bahwa piagam Madinah adalah dokumen modern pertama. Yang menarik adalah proses memberlakukan piagam Madinah sangat demokratis. Semua suku kabilah setuju dengan piagam Madinah.

Sementara Kiai zamakhsari mengatakan perbedaan adalah sesuatu yang tak dapat dihindari, itu alquran yg berkata, seraya mengutip sejumlah ayat. Oleh karena itu bagaimana seharusnya kita jaga dan pelihara. Payungnya adalah konsep rahmatan lil alamin.

Konsep islam rahmatan lil alamin :

Itidal-tawazun-tasamuh. Tujuannya semua untuk menolak tatharruf kekerasan/ekstrimisme. Namun dalam islam toleransi itu ada batasnya. Ada yang sama di lain sisi ada yang beda dan tidak bisa disamakan, jangan dipaksakan yaitu masing-masing ada agama sendiri. Maka ada sebagian kita yang memahami bahwa semua agama itu boleh berdoa bersama- sama, padahal Tuhan yang disembah oleh mereka beda. Biarkan itu berjalan pada porsinya.

Maka islam rahmatan lil alamin, yaitu bagaimana kita hidup bergandengan tanpa menghilangkan prinsip keberagamaan. Toleransi boleh, jangan kebablasan. Mana ikhtilaf, mana inhiraf. Berbeda furuiyah gpp, asal jangan ushuliyah.

Mencari format dakwah ideal yang rahmatan lil alamin. Umat wasatha, dengan patokan teladan Rasulullah saw dalam berdakwah dan bermasyarakat terutama di Kota Madinah di mana semua komponen yang ada dirangkul.

(Santri Noesantara/Alwi).