Da’i Cilik Garut Meriahkan Tabligh Akbar dan Haflah Imtihan MDT Al Misbah Maripari Garut

Da’ Cilik Garut, Murtadha Haedar Tengah Menyampaikan Ceramah Maulid Nabi Saw di Maripari Garut 

Garut – Madrasah Diniyah Takmiliyah ( MDT ) Al Misbah Maripari mengadakan acara haflah imtihan yang dipadu dengan tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad saw. Ahad (17/11) di Lapangan Kampung Babakan, Desa Maripari, Kec. Sukawening, Kab. Garut Jawa Barat.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat diawali dengan sambutan dari Kepala MDT Al Misbah, Ust. Dani Supriandani, SPd. Dirinya menjelaskan bahwa keberadaan MDT Al Misbah berkat dukungan seluruh elemen masyarakat Babakan, kekompakan ini akhirnya juga bisa mewujudkan acara Haflah Imtihan dan Tabligh Akbar.

Ketua Panitia, Ust. Ahmad Sukmara, M.Pd mengundang Pengurus Aswaja Center NU Jawa Barat KH Abdul Hadi Hasan dan putranya Murtadha Haedar ( Da’i Cilik Garut ) yang merupakan siswa kelas VI SDN Cibatu 4 Babakan Loa Cibatu Garut. Sebelum penceramah naik mimbar, panitia terlebih dahulu membagikan hadiah dan piala bagi santri putra putri MDT Al Misbah yang berprestasi.

Penceramah pertama Da’i Cilik Garut, Murtadha Haedar mengajak para hadirin bilkhusus anak-anak untuk memahami arti cinta. ” Tau kah makna cinta? cinta harus difahami agar tidak salah dalam mempraktikannya. Cinta hakiki harus diamalkan oleh kita terutama mewujudkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw.” Ucap santri Madrasah Sabilul Muttaqin Babakan Loa Cibatu.

KH Abdul Hadi Hasan Saat berceramah di Haflah Imtihan MDT Al Misbah Garut 

Sementara penceramah kedua, Kiai Abdul Hadi menegaskan pentingnya persatuan antar umat dan saling bekerjasama dalam mensyukuri kedamaian di NKRI. ” Diantara mengaplikasikan rasa syukur di Indonesia adalah dengan mengadakan dan menghadiri acara haflah imtihan serta maulid Nabi Muhammad Saw.” Kata Kiai kelahiran Sukabumi.

Dirinya melanjutkan, NKRI damai, aman sentosa jauh dari kehancuran karena banyak memiliki tokoh dan ulama yang senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dibanding membela egonya. ” Kiai kita sejak lama mengedepankan kemaslahatan bangsa dilandasi keimanan kokoh dan akhlak mulia, ya karena memiliki suritauladan tiada banding yaitu Nabi Saw.” Tegas Kiai yang hobi blusukan.

Memahami dan mengkaji perjalanan Nabi Saw merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam. ” Kita harus mengkaji perjalanan Nabi Saw sejak lahir hingga wafat, fahami segala sifatnya dan metode pendidikan serta dakwahnya yang berkarakter. Keluarga dan sahabatnya juga harus dikenali secara sempurna.” Lugas Kiai yang hobi mendokumentasi berbagai perjalanan dakwah para Kiai dan Habaib.

Pada kesempatan yang sama, dirinya menekankan bahwa segala hikmah yang ditebarkan Nabi Saw dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ” Untuk meraih hikmahnya, coba aplikasikan pada diri dan keluarga. Contoh dorong putra- putri untuk aktif meramaikan MDT Al Misbah, jadikan mereka pecinta Al Qur’an dibawah panduan para Kiai dan asatidz agar menjadi Muslim moderat dan toleran.” Paparnya.

Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat itu diwarnai turunnya Rahmat Allah SWT ( hujan ) sebagaimana dipantau oleh salah satu author santri Noesantara. Tokoh yang hadir adalah perwakilan FKDT Kec. Sukawening, Penasihat MDT Al Misbah, Ade Suprajat, SPd, H. Agus Tiono, SP, Ketua RW 07, dewan guru Ustz. Hadhijah, bunda Didah, utusan MTsN Cibatu Nurul Jubaedah, M.Ag.

( Santri Noesantara/Hakeem).