Apel Akbar Dan Deklarasi Muharrik NU Jabar Mendukung KH Maruf Amin

Banjar – Alim Ulama NU dari seluruh Indonesia beberapa hari ini tengah sibuk berkumpul di Kota Banjar tepatnya di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al azhar Citangkolo 

Sebagaimana diberitakan Rabu (27/2) kemarin Presiden Jokowi telah membuka secara resmi   Munas dan Konbes NU Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama  2019. 

Acara yang diikuti oleh berbagai pengurus PWNU seluruh Indonesia tersebut juga dihadiri oleh seluruh elemen bangsa dan ulama dunia seperti Syeikh Taufiq Romadhon Albuthi.

Kesempatan emas ini digunakan pula oleh para pimpinan Muharrik Lembaga Takmir Masjid LTM PBNU untuk melakukan konsolidasi sehingga ratusan perwakilannya berkumpul di Gedung Pusat Dakwah Islam Kecamatan Langensari.

 Ketua LTM NU Jabar, KH. Dindin Ibrahim 

Ketua LTM NU Jabar, KH. Dindin Ibrahim nampak hadir dan dalam kata sambutannya menekankan  pentingnya berkhidmat dan mempererat ikatan silaturahim.

” Kita berkumpul tiada lain untuk menunjukan khidmat kita kepada para guru,  mereka  tidak pernah lelah membimbing, mari raih keberkahan dengan menguatkan silaturahim dengan para Kiai dan antar Muharrik.” Ucap Kiai yang dikenal aktif dan progresif.

KH. Abdul Mannan Abdul Ghani 

Sementara Ketua PBNU yang membawahi bidang  Muharrik dan Lembaga Takmir Masjid, KH. Abdul Mannan Abdul Ghani menyatakan bahwa konsolidasi muharrik sebuah keharusan demi pemenangan KH Maruf amin.

” kita yakin bahwa Al harokah barokah dengan bergerak pasti akan mendapatkan keberkahan, maka teruslah bergerak dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan keadilan dan menyelamatkan bangsa.” Tegasnya

Kiai melanjutkan bahwa Kader terbaik NU dipilih untuk mendampingi presiden Jokowi karena itu tidak ada kata lain bagi seluruh muharrik  kecuali mendukung dan memenangkannya, konsekuensinya tidak lain harus terus bergerak secara militan.

” Deklarasi harus diikuti dengan gerakan dari masjid ke masjid, mushollah ke mushollah dan dari rumah ke rumah. Kita memiliki masjid yang cukup banyak maka jagalah masjid kita dan jamaahnya untuk tetap setia kepada Kiai.” Papar Kiai asal Cirebon.

Kiai menambahkan bahwa Allah Swt yang membolak-balikan hati, semua harus berdoa  dan bergerak demi meraih perubahan di negeri Indonesia, muharrik memiliki peranan penting dan semua  demi Marwah Ahlussunnah wal jamaah Annahdliyah.

Hadir pula Ketua LTM PBNU, KH. Manshur Syaerozi dan beberapa utusan dari berbagai daerah, KH Bunyamin Banten, KH Muhyiddin Riau, KH. Asep Maulana Shodiqin, KH. Abdul Basith Mahfuf Bogor, KH. Agus Riadi, KH. Ridwan Ciampea, KH. Nur Mufid Kalbar, KH. Heriyanto Kepri, KH. Imam Ruyani Singaparna, Muharrik Teladan PCNU Bandung, Kang Suyanto, Mantan Ketua IPNU 2015 – 2018, Kang Asep Irfan.

Deklarasi muharrik pemenangan Kyai Maruf Amin dalam pemilu dan pilpres 2019

Kami segenap warga nahdliyyin, para Kiai, Ustadz, dan para Muharrik, berjanji:

  1. Menjaga dan melestarikan PBNU, yaitu Pancasila, Bhinneka tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.
  2. Menjaga dan melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah
  3. Menjunjung tinggi dan memuliakan martabat Ulama, para Kiai, serta segenap warga Nahdliyyin.
  4. Berpartisipasi aktif mewujudkan pemilu damai dan pesta demokrasi yang bahagia dan mencerdaskan.
  5. Siap bergerak aktif memenangkan Kiai Maruf Amin dalam pilpres 2019.
  6. Siap aktif bertindak melawan segala manipulasi dan manuver yang berpotensi menghalangi kemenangan Kiai Maruf Amin.

Banjar, 28 Februari 2019

( Santri Noesantara/ Hady).